SURABAYA, InsertRakyat.com  – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Safety Driving Pengemudi Angkutan Barang di Surabaya, Jawa Timur pada 15–16 April 2026.

Bimtek Safety Driving Pengemudi Angkutan Barang Surabaya ini diikuti oleh 38 perusahaan angkutan barang dengan total peserta 58 pengemudi dan 20 perwakilan manajemen perusahaan.

Program ini berlangsung di Politeknik Penerbangan Surabaya dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor transportasi darat, khususnya angkutan barang.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Yusuf Nugroho, menyampaikan bahwa sektor angkutan barang memiliki peran vital dalam mendukung perekonomian nasional.

BACA JUGA :  Wamenkum Eddy Hiariej Tegaskan KUHP KUHAP Baru Harus Dibaca Utuh

Namun, data Korlantas menunjukkan sekitar 10 persen kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan angkutan barang, sehingga diperlukan penguatan aspek keselamatan secara berkelanjutan.

“Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10% kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang,” ujar Yusuf saat membuka kegiatan Bimtek.

Ia menambahkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di jalan raya.

BACA JUGA :  Inilah 9 Rahasia Besar AKBP Harry Azhar dan Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Memukau Publik 

Oleh karena itu, peningkatan kemampuan pengemudi melalui teknik defensive driving menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan ini.

Selain itu, manajemen perusahaan juga didorong untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU) secara konsisten.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi terkait tata cara muat barang, inspeksi kendaraan sebelum perjalanan (pre-trip inspection), klasifikasi barang, hingga pemahaman regulasi transportasi jalan.

Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung safety driving dan sesi evaluasi kompetensi pengemudi.

Kemenhub menegaskan bahwa pengaturan jam kerja pengemudi menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan.

BACA JUGA :  Inventarisasi Titik Rawan Banjir dan Longsor Jadi Kunci Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Daerah

Manajemen perusahaan diharapkan mampu menerapkan standar operasional prosedur secara disiplin sesuai regulasi yang berlaku.

Bimtek Safety Driving Pengemudi Angkutan Barang Surabaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keselamatan baik di tingkat pengemudi maupun perusahaan.

Program berkelanjutan ini juga ditujukan untuk memperkuat efisiensi layanan logistik nasional yang aman, dan tertib.

Upaya keselamatan transportasi logistik terus diperkuat pemerintah secara konsisten dan terukur.

Follow Insert Rakyat di whatsapp channel

Buku-buku karya Muhammad Subhan juga dapat dipesan melalui LINI BUKU Padang. Untuk informasi dan pemesanan, silakan menghubungi admin LINI BUKU di nomor kontak: 0813-6303-840 .

Terima kasih kepada para pembaca yang telah memiliki dan mendukung hadirnya buku-buku ini.