BOJONEGORO, INSERTRAKYAT.com – Setelah sempat terdampak cuaca ekstrem, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, sejak awal Januari 2026, dipastikan kembali normal dan aman digunakan. Menurut DPR, kerusakan yang terjadi sebelumnya akibat angin puting beliung disertai hujan deras telah ditangani secara menyeluruh.
Peristiwa tersebut terjadi pada akhir kalender 2025 lalu. Kala itu, wilayah Bojonegoro dilanda cuaca ekstrem. Angin kencang menyebabkan sejumlah genteng di bagian atap gedung bergeser. Kondisi ini membuat air hujan masuk melalui celah atap dan merembes ke plafon, hingga mengakibatkan sebagian plafon ruang paripurna rusak (ambruk).
Beruntung, kejadian itu berlangsung di luar jam kegiatan DPRD. Tidak ada aktivitas kedewanan saat peristiwa terjadi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun mengganggu agenda resmi lembaga legislatif tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, menegaskan bahwa seluruh kerusakan telah ditangani dengan cepat. Saat ini, kondisi gedung DPRD disebut sudah kembali seperti semula dan dapat difungsikan secara normal.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi gedung DPRD saat ini sudah dibenahi dan kembali seperti sedia kala. Kerusakan yang terjadi sebelumnya murni disebabkan oleh angin puting beliung,” bunyi keterangan Abdullah Umar seperti dilaporkan Redho tim InsertRakyat.com, kepada redaksi, Ahad (11/1/2026).
Penjelasan lebih lanjut disampaikan Abdullah Umar terkait penyebab kerusakan bangunan. Pergeseran genteng akibat terpaan angin kencang disebut menjadi faktor utama masuknya air hujan ke dalam gedung.
“Angin puting beliung membuat beberapa genteng bergeser. Air kemudian masuk lewat plafon dan menyebabkan plafon ambrol. Begitu kejadian, langsung kami lakukan penanganan,” jelasnya.
Pasca kejadian, DPRD Bojonegoro bersama sekretariat dan dinas teknis terkait segera melakukan langkah-langkah perbaikan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan genteng yang bergeser, pengeringan area terdampak, hingga penggantian plafon yang rusak.
“Genteng sudah diperbaiki, plafon yang rusak juga sudah diganti. Saat ini seluruh ruangan aman dan bisa digunakan kembali,” tegas Abdullah Umar.
Meski sempat mengalami kerusakan, Abdullah Umar memastikan bahwa kinerja dan pelayanan DPRD kepada masyarakat tidak terganggu. Selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan rapat dan agenda kedewanan tetap berjalan dengan penyesuaian tempat.
“Kami pastikan seluruh agenda DPRD tetap berjalan. Pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, karena itu menjadi prioritas kami,” ucapnya.
Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Bojonegoro untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah pengecekan rutin kondisi atap dan struktur bangunan, khususnya pada gedung-gedung publik.
Ketua DPRD Bojonegoro juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir. “Gedung DPRD dipastikan berada dalam kondisi aman, terkendali, dan siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas legislatif ke depan,” harapnya.


























