Jakarta, InsertRakyat.com — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menyampaikan penghormatan dan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Indonesia atas pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (26/1/2026), bertepatan dengan momentum refleksi pasca peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November.
Dalam keterangannya, Almuzzammil Yusuf menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pilar utama pembentukan karakter bangsa sekaligus sumber inspirasi bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, kontribusi guru tidak hanya terbatas pada proses belajar-mengajar, tetapi juga dalam menanamkan nilai moral, etika, dan kebangsaan kepada generasi muda.
“Saya, Almuzzammil Yusuf, Presiden PKS, menyampaikan selamat Hari Guru Nasional kepada seluruh guru hebat di penjuru Indonesia,” ujarnya membuka pernyataan.
Almuzzammil menyebut para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari menyalakan cahaya pengetahuan dan harapan di ruang-ruang kelas. Dari ketulusan dan pengabdian guru, lanjutnya, lahir generasi bangsa yang beriman, bertakwa, serta berakhlak mulia sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Presiden PKS itu juga mengakui beratnya tanggung jawab yang diemban para guru, terutama di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi dalam dunia pendidikan nasional. Namun demikian, ia menilai dedikasi guru tetap menjadi fondasi utama bagi kemajuan bangsa.
“Kami menyadari betapa besar amanah yang dipikul para guru dalam perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Almuzzammil.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen politik Partai Keadilan Sejahtera untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan, keadilan, serta pemuliaan profesi guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, penguatan peran guru harus menjadi agenda prioritas dalam pembangunan nasional.
Almuzzammil juga mengajak para pendidik untuk terus menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak bangsa dan tidak lelah menanamkan nilai-nilai kebaikan. Ia menilai masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimulai dari ruang-ruang kelas.
“Kemajuan Indonesia berawal dari ruang kelas, dari guru-guru yang mengajar dengan sepenuh hati,” katanya.
Mengakhiri pernyataannya, Almuzzammil kembali menegaskan semangat Hari Guru Nasional sebagai momentum refleksi bersama.
“Selamat Hari Guru Nasional. Guru hebat, Indonesia kuat. Allahu Akbar, Merdeka,” pungkasnya.
Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Anggytha Putrie Alvio Manho

























