SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, pagi tadi telah menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) perdana kepada peserta didik Raudhatul Athfal (RA) Puce’e.
Program MBG merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak usia dini dan kelompok rentan, sebagai upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.
Pada penyaluran perdana tersebut, sebanyak 40 siswa-siswi RA Puce’e tercatat sebagai penerima manfaat. Dari jumlah itu, 12 siswa-siswi berasal dari kelas jauh yang berada di Dusun Balangpesoang Rilau, Desa Samaturue.
Penanggung jawab SPPG Sangiasseri, Nasruddin Latif, S.Pd.I, mengemukakan bahwa, cakupan program MBG yang dikelola pihaknya kini telah menjangkau ribuan penerima manfaat.
“Dengan adanya penambahan 40 penerima manfaat di RA Puce’e hari ini, maka secara keseluruhan jumlah penerima program pemenuhan gizi yang kami kelola mencapai 2.784 orang, meliputi sejumlah lembaga pendidikan serta kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” kata Nasruddin kepada InsertRakyat.com, Senin (2/2/2026).
Program MBG SPPG Sangiasseri saat ini telah menjangkau berbagai lembaga pendidikan dan kelompok masyarakat, adapun komposisi Penerima Manfaat, berikut;
- TK Negeri Bonto Pedda
- TK Pertiwi 3
- SDN 41 Samaenre
- SDN 42 Bikeru
- SDN 43 Bonto Pedda
- MIS Darul Falah Bikeru
- MI Darul Istiqamah Puce’e
- SMPN 2 Sinjai Selatan
- SMPN 23 Sinjai Selatan
- MTs Darul Falah Bikeru
- MTs Darul Istiqamah Puce’e
- MA Darul Istiqamah Puce’e
- SMA Negeri 12 Sinjai
- Balita
- Ibu Hamil
- Ibu Menyusui
Nasruddin Latif berharap program MBG dapat menjadi sarana dalam membangun generasi bangsa yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
“Kami berharap program ini menjadi jalan untuk membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” harapnya.
Sebagai mitra pengelola program MBG, (sebut Nasruddin,-red), SPPG Singasseri juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan saran dan masukan guna peningkatan kualitas layanan.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan. Jika terdapat kekurangan dalam pelayanan, silakan menghubungi kami. Insya Allah kami siap melayani dan melakukan perbaikan,” Imbuhnya.
Program MBG semula ditelurkan pemerintah pusat pada 2025, tujuannya untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan gizi sejak usia dini.
Sementara itu, salah satu tenaga pengajar kelas jauh RA Puce’e, Nur Laela, mengungkapkan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.
“Semoga anak didik kami semakin rajin bersekolah, dan dengan adanya program MBG ini, siswa-siswi menjadi lebih sehat dan cerdas,” kuncinya.
(M.Said /Sup)

























