JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM – Kemendagri mendorong pembiayaan inovatif dan kolaboratif untuk mempercepat pembangunan daerah di seluruh Indonesia, terutama di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Minggu (19/4/2026).
Langkah ini menjadi strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Kebutuhan pembangunan yang terus meningkat membuat daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBD sebagai sumber utama pembiayaan.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Pendapatan Daerah yang digelar secara hybrid dari Grand Sahid Jaya Hotel, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema percepatan dan transformasi pengelolaan pajak serta retribusi daerah.
Dalam pemaparannya, Fatoni menjelaskan bahwa pemerintah daerah perlu lebih adaptif dalam memanfaatkan peluang pembiayaan alternatif. Skema tersebut antara lain kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha, pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga dukungan program dari kementerian dan lembaga.
“Pendanaan pembangunan tidak harus selalu bersumber dari APBD. Kolaborasi dan inovasi pembiayaan menjadi kunci untuk memperluas ruang fiskal daerah,” ujar Fatoni dalam keterangannya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembiayaan inovatif sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam membangun koordinasi lintas sektor. Selain itu, kemitraan yang kuat dan integrasi antara pembiayaan dengan perencanaan pembangunan menjadi faktor penting.
Kemendagri juga mengajak pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan strategis dalam mengakses berbagai sumber pembiayaan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Dari sisi dampak, pendekatan pembiayaan inovatif diharapkan mampu mempercepat realisasi program pembangunan daerah. Selain itu, langkah ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang lebih merata.
Secara umum, upaya ini menjadi bagian dari reformasi pengelolaan keuangan daerah yang terus dilakukan pemerintah pusat. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, pembangunan diharapkan berjalan lebih efektif.
Kolaborasi pembiayaan inovatif diharapkan terus berkembang seiring komitmen pemerintah daerah dalam memperluas sumber pendanaan guna mendukung pembangunan berkelanjutan secara nasional.
Hingga berita ini diturunkan, informasi masih berkembang.
Follow berita Insert Rakyat di whatsapp channel
























