SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Ada kesan simalakama pada suatu kesempatan diskusi santai yang melibatkan Pemerintah Desa Talle dengan rakyatnya. Mereka baik dari usia muda dan panutan duduk bersua di kursi plastik pada pusat pelayanan publik dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lego – Lego Lancibung.
Di sanalah awal mulanya [ceritanya] menarik, sebab pembangunan Gerai Koprasi (Kopdes) Merah Putih menjadi gorengan hangat, ditambah topik diskusi terkait dengan rencana pemekaran wilayah Desa Talle yang mulai alod di telinga publik dan Masyarakat luas.
“Talle adalah Desa pertama yang membentuk atau melakukan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih,” ujar seorang tokoh mudah.
“Mantap dan patut diapresiasi,” sambungnya. “Lalu bagaimana dengan pembangunan Infrastruktur pendukung seperti gerai Kopdes, kapan terealisasi?,” susulnya mengutarakan rasa penasaran.
Kades Talle Ir Abd Rajab memang dikenal adalah sosok diri yang selalu menyikapi sudut pandang warganya dengan kebijaksanaan dan tenang.
“Sudah memasuki tahap survei,” singkat Ir Abd Rajab.
Menurut beliau (Abd Rajab,-red), pembangunan Gerai Kopdes Merah merupakan kewenangan pihak ketiga.
Hanya saja kades Talle, Ir Abd Rajab belum memberikan keterangan terkait pihak ketiga yang dimaksud. Meski demikian, beliau berharap agar masyarakat memahami kebijakan pemerintah pusat terkait dengan Kopdes Merah Putih tersebut. “Untuk lokasi pembangunan sudah disiapkan oleh pemerintah desa, dana pembangunan juga dikelola melalui kebijakan pemerintah pusat,” tutur Abd Rajab menegaskan, Selasa baru – baru ini.
Tak lama setelah itu, ia pamit bergeser dan berjanji akan memberikan keterangan secara spesifik pada kesempatan yang belum terjadwal.
“Diam adalah emas,” bunyi suara dari seorang tokoh Masyarakat memulihkan situasi, sehingga harmonisasi ditengah dinamika sosial tetap menjadi pelangi di tengah masyarakat, hubungan antar sesama pun tetap akur dalam balutan sinergitas yang kian padat, seperti dalam pantauan Tim InsertRakyat.com secara intens.
Desa Talle terdiri dari delapan dusun dengan jumlah penduduk kurang lebih 6000 jiwa. Potensial Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) di sana sangat mumpuni.
Bahkan daerah Talle juga termasuk salah satu daerah pelosok yang diketahui masuk dalam kategori target lokasi pertambangan emas.
Kendati demikian terkait dengan isu pemekaran desa ini, sebenarnya sejak tiga tahun lalu telah berhembus di tengah masyarakat. Namun hingga Rabu, (4/2/2026), Insertrakyat.com masih berupaya melakukan Investigasi dan konfirmasi terhadap Kades Talle, Ir Abd Rajab terkait hal tersebut. (Tim Insert).
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Kopdes Merah Putih di Desa Talle Masih Tahap Survei, Pemdes Tunggu Realisasi


























