SINJAI — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sinjai terus mengonsolidasikan pola pembinaan warga binaan berbasis kolaborasi kelembagaan melalui kunjungan kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Senin (2/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi institusional dalam rangka optimalisasi pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan secara terintegrasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, H. Faried Wajedi, didampingi Ketua FKUB Kabupaten Sinjai, H. Abd Hamid, meninjau langsung implementasi program pembinaan yang berjalan di lingkungan rutan. Peninjauan tersebut mencakup pembinaan kepribadian berbasis nilai-nilai keagamaan melalui pembelajaran Dirosa dan Tahsin Al-Qur’an, yang diproyeksikan sebagai instrumen rehabilitasi moral dan penguatan karakter warga binaan.
Selain aspek spiritual, rombongan juga mencermati pembinaan kemandirian yang diarahkan pada penguatan keterampilan produktif warga binaan. Pelatihan pembuatan keripik pisang dan peyek menjadi bagian dari pendekatan pembinaan berbasis ekonomi kreatif, yang bertujuan meningkatkan kapasitas adaptif warga binaan dalam menghadapi proses reintegrasi sosial pasca-pemasyarakatan.
Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rutan Kelas IIB Sinjai, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai, dan FKUB Kabupaten Sinjai. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah, Kepala Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedi, serta Ketua FKUB, H. Abd Hamid, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan internalisasi nilai toleransi di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIB Sinjai, Darman Syah, menegaskan bahwa sinergi dengan Kementerian Agama dan FKUB memiliki nilai strategis dalam sistem pembinaan pemasyarakatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut selama ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter warga binaan.
Ia menilai keberlanjutan kerja sama lintas sektor menjadi prasyarat penting dalam menciptakan pola pembinaan yang sistematis, berorientasi pada perubahan perilaku, serta sejalan dengan prinsip pemasyarakatan yang humanis dan rehabilitatif.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai mengapresiasi konsistensi Rutan Sinjai dalam menjalankan program pembinaan kepribadian dan kemandirian. Ia menyatakan kesiapan Kemenag untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembinaan warga binaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan moral negara.
Melalui kunjungan kerja dan penguatan kerja sama ini, pembinaan warga binaan di Rutan Kelas IIB Sinjai diharapkan semakin terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, serta mampu mendorong terciptanya proses reintegrasi sosial yang konstruktif dan berdaya guna. (S).

























