SINJAI — Seorang anak buah kapal (ABK) nelayan dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat melaut di perairan Limpoge, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Korban diketahui bernama Aidil (20), nelayan asal Sinjai. Hingga Minggu (1/2/2026) sore, upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak Kantor UPP Kelas III Sinjai atau Syabandar Sinjai bersama tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.

Kawilker pelabuhan Cappa Ujung, M. Sa’ad melalui Staf Syahbandar Sinjai, Andi Iwan, mengatakan pencarian korban telah dimulai sejak Sabtu dan berlanjut hingga malam hari, kemudian kembali dilanjutkan pada Minggu pagi. Meski berbagai upaya telah dilakukan, keberadaan korban masih belum diketahui.

Dalam proses pencarian tersebut, Syahbandar Sinjai mengerahkan kapal patroli KNP 5220 untuk menyisir wilayah perairan bagian selatan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban. Tim di lapangan terdiri dari kru kapal patroli serta staf Syahbandar yang melakukan penyisiran dan pemantauan secara intensif.

Andi Iwan mengungkapkan, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Angin kencang yang disertai hujan memicu gelombang laut dan menyebabkan jarak pandang terbatas atau menyulitkan pergerakan kapal patroli di lokasi pencarian.

“Anggota kapal patroli bersama Personil Syahbandar Sinjai melakukan pencarian sejak pagi menggunakan kapal patroli KNP 5220 dengan menyisir bagian selatan,” kata Andi Iwan kepada InsertRakyat.com, Minggu sore.

Selain unsur Syahbandar, operasi pencarian juga melibatkan tim SAR gabungan yang mulai bergerak sejak pukul 08.00 Wita di perairan Pulau Sembilan. Tim ini terdiri dari BPBD Sinjai, Sat Polairud Polres Sinjai, Pos TNI Angkatan Laut Sinjai, Basarnas Bone, Sat Brimob, Tagana Dinas Sosial Sinjai, Sat Polairud Polres Bone, serta nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada pagi hari saat korban melaut bersama rekan-rekannya. Berdasarkan informasi di lapangan, korban diduga terjatuh ke laut ketika sedang beraktivitas di luar kapal, sementara awak kapal lainnya tidak langsung menyadari kejadian tersebut.

Kasat Polairud Polres Sinjai, AKP Jamaluddin, membenarkan adanya laporan nelayan jatuh ke laut di perairan Limpoge. Ia menyebut korban diperkirakan terjatuh sekitar pukul 07.00 Wita dan hingga kini masih dalam pencarian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Polairud Polres Sinjai segera berkoordinasi dengan berbagai pihak dan turun langsung ke lokasi bersama nelayan setempat serta personel TNI Angkatan Laut, SAR, dan Syabandar. Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kasat Polairud di lapangan.

Dari pihak keluarga, Amin, paman korban, mengungkapkan bahwa korban diperkirakan terjatuh sekitar pukul 06.30 Wita saat berada di luar kapal. Pihak keluarga berharap korban dapat segera ditemukan dan menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian. (sa/su)