SINJAI, INSERTRAKYAT.COM — Program ketahanan pangan terus menjadi agenda strategis Kementerian Hukum dan HAM RI. Komitmen tersebut kembali terlihat pada kegiatan Panen Raya Jagung di Rutan Kelas IIB Sinjai, yang digelar bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Selatan, pada Selasa (4/11/2025) siang hari.

Kegiatan panen ini bukan hanya esensi keberhasilan budidaya pertanian warga binaan, namun, juga penguatan sinergi dan fungsi pembinaan produktif di lembaga pemasyarakatan.

Dan, berikut tujuh fakta disorot positif pada pelaksanaan Panen Raya Jagung Rutan Sinjai bersama jajaran Kanwil Ditjenpas Sulsel:

1. Panen Tahap Kedua dalam Program Pertanian Warga Binaan

Humas Rutan Sinjai dalam keterangan resminya mengemukakan bahwa, panen jagung ini merupakan panen tahap kedua dari rangkaian kegiatan pertanian warga binaan Rutan Sinjai.

Tahap pertama telah dilaksanakan sebelumnya, menunjukkan keberlanjutan program dan produktivitas lahan yang dikelola.

“Rutan Sinjai menerapkan model pembinaan kemandirian melalui pertanian produktif, sehingga warga binaan terlibat langsung dalam pengolahan lahan, penanaman, hingga panen komoditas jagung,” bunyi pernyataan Humas yang diterima INSERTRAKYAT.COM, Selasa siang.

2. Dikawal Langsung Kanwil Ditjenpas Sulsel

Pelaksanaan panen berlangsung bersamaan dengan kegiatan Bimbingan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) oleh tim Kanwil Ditjenpas Sulsel.
Hadir dalam kegiatan ini Kabid Pelayanan dan Pembinaan, Mut Zaini, serta Kabid Pembimbing Kemasyarakatan, Ashari, yang turun langsung memimpin monitoring dan memastikan jalannya program pembinaan serta kegiatan produktif di Rutan Sinjai.

Kehadiran kedua pejabat ini sekaligus mempertegas pentingnya konsistensi program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian.

3. Bagian dari Implementasi 13 Program Akselerasi Menteri

Dalam arahannya, Kabid Pembimbing Kemasyarakatan Ashari memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Rutan Sinjai atas penerapan 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Adrianto.
Salah satu program prioritas yang dijalankan Rutan Sinjai adalah ketahanan pangan berbasis pemberdayaan warga binaan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap langkah Rutan Sinjai dalam menyukseskan 13 program akselerasi Menteri Agus Adrianto yaitu program ketahanan pangan dan pemberian bansos kepada masyarakat sekitar rutan. Ini adalah bentuk komitmen dan kepedulian antar sesama,” ujarnya.

Dengan demikian, Panen Raya Jagung ini bukan hanya program lokal, melainkan bagian dari agenda nasional pemasyarakatan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.

4. Penyerahan Bantuan Sosial kepada Warga Sekitar

Selain panen, kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sekitar Rutan Sinjai.
Bantuan sosial tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan pemberdayaan sosial, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara institusi pemasyarakatan dan lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini mempertegas bahwa program pemasyarakatan tidak hanya fokus pada pembinaan intramural, tetapi juga memperhatikan lingkungan sosial di luar tembok rutan.

5. Kanwil Ditjenpas Serahkan Bantuan Mesin Bor Tanah

Dalam momentum ini, Rutan Sinjai juga menerima bantuan mesin bor tanah dari Kanwil Ditjenpas Sulsel.
Bantuan tersebut bertujuan mendukung peningkatan produktivitas serta pengelolaan lahan pertanian di dalam Rutan, menjadi langkah nyata untuk memperluas area tanam dan efisiensi budidaya.

Kabid Pelayanan dan Pembinaan Mut Zaini menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung pada pengembangan program pertanian warga binaan.

“Dengan penyerahan mesin bor tanah ini, kami berharap alat tersebut dapat digunakan sebaik mungkin dan memberikan manfaat nyata bagi kegiatan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan,” tegasnya.

6. Kepala Rutan Sinjai Sambut Dukungan Kanwil

Kepala Rutan Sinjai Darman Syah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan, perhatian, dan arahan yang diberikan oleh Kanwil Ditjenpas Sulsel.
Menurutnya, kunjungan dan pendampingan dari Kanwil tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menjadi motivasi jajaran Rutan dalam menjaga kualitas pembinaan warga binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Kanwil Ditjenpas Sulsel. Semoga apa yang menjadi masukan dan arahan dapat kami jadikan bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan program pembinaan,” ucapnya.

7. Wujud Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan panen ini mempertegas bahwa Rutan Sinjai tidak sekadar menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam program ketahanan pangan nasional.
Melalui pembinaan pertanian produktif, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat berguna setelah bebas nanti.

Selain menghasilkan produk pangan, program ini mendorong pemberdayaan manusia secara utuh, baik mental, sosial, dan ekonomi, serta memperkuat sinergi antara Rutan Sinjai dan Kanwil Ditjenpas Sulsel dalam menata pola pembinaan modern berbasis produktivitas.

Komitmen Berkelanjutan Program Kemandirian

Program pertanian di Rutan Sinjai, kata Darman Syah, merupakan bagian dari strategi pembinaan kemandirian yang terus ditingkatkan. Fokus utamanya menciptakan lingkungan rehabilitatif yang mendukung proses pemulihan sosial warga binaan.

Produktivitas lahan pertanian ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkontribusi dalam ekosistem pangan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.

Program ini juga menjadi model bahwa lembaga pemasyarakatan dapat menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi produktif bagi masyarakat binaan.

Selain menghadirkan efek positif bagi warga binaan, kegiatan ini turut memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sinergi sosial terlihat melalui penyaluran bansos, interaksi dengan warga sekitar, dan kegiatan pemberdayaan yang menjembatani fungsi pemasyarakatan sebagai institusi pembinaan dan pelayanan publik.

Adanya sistem yang transparan dan supervisi dari Kanwil Ditjenpas, program ini memperkuat kepastian bahwa pengelolaan pembinaan dilakukan secara profesional, humanis, dan efektif.

Ditambah, kehadiran pejabat Kanwil Ditjenpas Sulsel menegaskan bahwa program pembinaan bukan hanya menjadi agenda lembaga pemasyarakatan tingkat kabupaten/kota, tetapi merupakan bagian integral dari kebijakan nasional.
Kanwil Ditjenpas Sulsel memastikan bahwa semua program berjalan sesuai arah kebijakan pusat, terutama dalam mendukung visi pemasyarakatan produktif dan berdaya guna.

Monitoring yang dilakukan Kanwil juga menjadi bentuk akuntabilitas serta pengawasan untuk menjaga kualitas pembinaan dan efektivitas pelaksanaan program kerja strategis.

Kegiatan Panen Raya Jagung Rutan Sinjai bersama Kanwil Ditjenpas Sulsel bukan hanya selebrasi hasil tani, namun sekaligus komitmen kuat menjalankan 13 program akselerasi pemasyarakatan

“Melalui kegiatan ini, kami (Rutan Sinjai,-red) berharap bahwa pembinaan pemasyarakatan bisa memberikan manfaat luas, produktif, dan berdampak bagi bangsa, masyarakat, dan warga binaan itu sendiri,” tuntas Darman Syah.

 

Penulis: Supriadi Buraerah