Jakarta, InsertRakyat.com — Menarik mengikuti Perkembangan industri aset kripto global yang kian bertaut dengan tata kelola, kepastian regulasi, keamanan teknologi, dan perlindungan konsumen. Persinggungan berbagai aspek tersebut adalah bagian dari pembahasan TOKEN2049 Singapore 2026 yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Marina Bay Sands, Singapura.
Selasa (13/10/2026) malam, dalam keterangan yang diterima insertRakyat.com, melalui Aloysia; (INDODAX) menyatakan mengikuti perkembangan teknologi dan regulasi internasional untuk memahami perubahan ekosistem aset digital serta relevansinya terhadap pasar Indonesia.

Penyelenggara mencatat TOKEN2049 Singapore 2026 melibatkan lebih dari 25.000 peserta, 7.000 perusahaan, dan lebih dari 500 peserta pameran. Forum ini mempertemukan pelaku industri, investor, pengembang teknologi, serta institusi keuangan dalam ruang pertukaran gagasan mengenai masa depan aset digital.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, memandang pertemuan internasional tersebut sebagai ruang untuk memperluas perspektif mengenai inovasi dan dinamika pasar kripto lintas negara.
“Industri kripto global terus berkembang dengan sangat dinamis. Forum seperti TOKEN2049 memberi kesempatan bagi pelaku industri untuk melihat inovasi yang berkembang di berbagai negara, membangun koneksi, serta memahami bagaimana ekosistem aset digital terus berkembang,” ujarnya.

Agenda forum mencakup investasi aset digital, stablecoin, infrastruktur blockchain, Web3, serta keterlibatan institusi keuangan dalam pengembangan layanan berbasis teknologi. Beragam topik itu mencerminkan semakin luasnya hubungan antara inovasi digital dan sistem keuangan.
Sejumlah perwakilan dari Nasdaq, Franklin Templeton, Solana Foundation, dan Polygon Foundation juga tercantum dalam daftar pembicara. Kehadiran berbagai unsur industri tersebut memperluas cakupan pembahasan mengenai perkembangan teknologi dan penerapannya dalam layanan keuangan.
Menurut Aloysia, (bagi Indonesia,-red), dinamika tersebut menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus kebutuhan untuk mencermati risiko. Pertumbuhan ekosistem aset kripto perlu disertai tata kelola yang memadai, informasi yang transparan, keamanan transaksi, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Aloysia menilai keterhubungan dengan perkembangan internasional penting bagi pelaku industri nasional, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik pasar domestik dan kepentingan pengguna.
“Indonesia memiliki basis pengguna aset kripto yang besar dan ekosistem yang terus bertumbuh. Karena itu, penting bagi pelaku industri nasional untuk tetap terhubung dengan perkembangan global, sekaligus memastikan bahwa inovasi yang diterapkan di Indonesia tetap memperhatikan regulasi, keamanan, dan perlindungan konsumen,” kata Aloysia.
Lebih jauh ia bilang perkembangan industri kripto tidak cukup dibaca melalui inovasi teknologi atau perluasan pasar. Kejelasan regulasi, pengelolaan risiko, dan perlindungan konsumen turut menentukan kualitas ekosistem yang tumbuh di dalamnya. “Untuk pengguna, nilai sebuah inovasi terletak pada manfaat yang dapat dirasakan tanpa mengabaikan keamanan dan kepastian layanan,” tuntasnya.
Penulis/Jurnalis: Romy – InsertRakyat.com
Redaksi/Editor : Supriadi Buraerah







