Kolaka, InsertRakyat.com, — Revitalisasi SD Negeri 1 Petudua, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memasuki minggu ke-13 dengan progres pekerjaan di atas 60 persen. Program senilai Rp1,1 miliar ini mencakup rehabilitasi tujuh ruang kelas dan pembangunan empat fasilitas pendukung sekolah.
Kepala SD Negeri 1 Petudua, Asrul, S.Pd., menyampaikan bahwa pekerjaan meliputi rehabilitasi tujuh ruang kelas belajar (RKB), pembangunan gedung usaha kesehatan sekolah (UKS), toilet, pagar sekolah, serta sumur bor. Dari lima jenis pekerjaan tersebut, sumur bor telah digunakan, sedangkan sejumlah bangunan telah memasuki tahap pemasangan atap dan pekerjaan lainnya masih berlangsung.

Asrul berharap revitalisasi yang merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dapat mendukung kelayakan sarana pendidikan serta kelancaran proses belajar mengajar.
“Dengan dukungan infrastruktur dan sarana prasarana yang layak sesuai standar pendidikan nasional, kami berharap proses belajar mengajar berjalan lancar dan aman, sehingga mutu pendidikan dasar dapat terus ditingkatkan,” ujar Asrul, Senin (12/10/2026).
Di tengah pelaksanaan pekerjaan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Pihak sekolah bersama Tim Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) telah menyurati Pemerintah Desa Petudua untuk meminjam sejumlah gedung sebagai tempat belajar sementara.
Pelaksanaan revitalisasi menggunakan mekanisme swakelola dengan melibatkan unsur sekolah, komite, dan masyarakat. Pekerjaan juga mendapat pendampingan teknis dari konsultan perencanaan dan pengawasan. Pelaksanaannya mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
Asrul berharap pekerjaan selesai sesuai jadwal kontrak dengan kualitas konstruksi yang baik. Namun, capaian progres dan penyelesaian fisik tetap perlu dibedakan dari hasil pendidikan. Perbaikan bangunan menyediakan prasyarat lingkungan belajar yang lebih memadai, sedangkan dampaknya terhadap mutu pembelajaran perlu dilihat dari pemanfaatan fasilitas dan perkembangan proses pendidikan setelah pekerjaan selesai.
Penulis/Jurnalis: Ibhar
Redaksi/Editor: Supriadi Buraerah







