Padang Panjang, InsertRakyat.com, – Satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Prada Zeni Marpaung gugur saat bertugas mengevakuasi warga terdampak banjir dan longsor di Padang Panjang, Provinsi Aceh.

Prada Zeni Marpaung ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya hilang kontak sejak Kamis (27/11/2025). Ia sempat melaksanakan misi kemanusiaan di Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Padang Panjang.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras selama empat hari yang memuncak pada Rabu.

BACA JUGA :  Jumlah Janda di Aceh Meningkat, Ini Penyebabnya

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol melalui Dispenad menyatakan, Prada Zeni Marpaung bersama rekannya, Pelda Yudi Gusnadi, hilang kontak saat mengevakuasi warga.

Menurut laporan, pada Jumat (28/11/2025) pukul 14.05 WIB, jenazah Prada Zeni Marpaung ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

Selanjutnya, Identifikasi dilakukan Tim Inafis Polda Sumatera Barat (Sumbar).

Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Letkol Kav Taufiq, S.Sos., M.M., mewakili Panglima dan keluarga besar Kodam, menyampaikan duka cita mendalam.

BACA JUGA :  TR Fahsul Falah, From the Land of Aceh to the Peak of BSKDN Kemendagri Strategy

Menurutnya, Musibah ini meninggalkan duka bagi masyarakat Sumbar dan keluarga besar Kodam. “Kami semua (TNI,-red), menghormati pengabdian dan dedikasi Almarhum Prada Zeni Marpaung,” imbuhnya.

Jenazah diistirahatkan sementara di RST Dr. Reksodiwiryo, untuk kemudian diserahkan kepada keluarga. Selanjutnya Pemakaman secara militer akan digelar di kampung halaman, Langkat, Sumatera Utara.

Sebelumnya, Prada Zeni Marpaung dinyatakan hilang dan lepas kontak bersama Pelda Yudi Gusnadi, namun ia belum ditemukan.

BACA JUGA :  Diskusi Publik “Masa Depan Pertambangan Aceh: Harapan atau Ancaman” Dorong Tata Kelola Tambang Berkelanjutan

Sampai berita ini disiarkan, berdasarkan informasi dari Dispenda, yang diterima INSERTRAKYAT.com, pada Sabtu, (29/11).Pencarian Pelda Yudi Gusnadi masih terus berlangsung.

Diketahui pula, tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan pemerintah daerah tetap waspada terhadap kondisi medan yang labil. (Johan).