Banda Aceh,Insertrakyat.com — Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, SE, M.Si, kembali menunjukkan kepemimpinan yang memadukan nilai spiritual, budaya, dan solidaritas organisasi. Hal itu tampak dalam prosesi peusijuek yang dipimpinnya langsung untuk melepas dua kader PPP Aceh yang akan menunaikan ibadah haji, Selasa (21/4/2026).
Di tengah suasana khidmat di aula Kantor DPW PPP Aceh, Amiruddin tidak hanya menjalankan tradisi, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa politik tidak boleh lepas dari nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Didampingi Sekretaris Wilayah Ilmiza Sa’aduddin Djamal, Amiruddin menepungtawari Rosalinda dan Hj. Jafnimar Jakfar (Bu JJ), dua kader perempuan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam kerja-kerja politik PPP di daerah.
Dalam sambutannya, Amiruddin menegaskan bahwa tradisi peusijuek bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan dan doa bagi kader yang mendapat panggilan suci.
“Ibadah haji hari ini adalah anugerah besar. Di tengah keterbatasan kuota dan panjangnya antrean, ini adalah kehormatan yang harus kita muliakan bersama,” ujarnya.
Lebih dari itu, Amiruddin menunjukkan karakter kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada struktur partai, tetapi juga pada pembinaan nilai dan kebersamaan. Ia menilai bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari strategi politik, tetapi juga dari kedalaman spiritual kadernya.
“Kita ingin PPP tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga kokoh secara nilai. Kader harus tumbuh dengan integritas dan kepekaan sosial,” tegasnya.
Dalam momen tersebut, Amiruddin juga menyisipkan harapan agar doa dari Tanah Suci menjadi energi positif bagi perjalanan PPP ke depan.
“Doakan PPP agar terus berkembang, semakin dekat dengan rakyat, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kehadiran Amiruddin yang memimpin langsung prosesi tersebut dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang dekat dengan kader. Ia tidak hanya hadir dalam forum formal, tetapi juga dalam momen-momen personal yang penuh makna.
Suasana haru semakin terasa saat Rosalinda menerima peusijuek. Tangisnya pecah, mencerminkan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas perhatian yang diberikan pimpinan partai.
“Ini bukan hanya pelepasan, tapi bentuk penghargaan yang luar biasa dari pimpinan,” ujarnya.
Prosesi yang dipandu Syarifah Munira itu ditutup dengan doa bersama dan pembacaan selawat, memperkuat nuansa religius dalam acara tersebut.
Melalui momentum ini, Amiruddin Idris kembali menegaskan positioning dirinya sebagai pemimpin yang tidak hanya menggerakkan mesin politik, tetapi juga merawat nilai, tradisi, dan hubungan emosional dengan kader.
Di tengah dinamika politik yang kerap pragmatis, pendekatan ini menjadi diferensiasi—bahwa di bawah kepemimpinan Amiruddin, PPP Aceh berupaya hadir sebagai partai yang tidak hanya berorientasi kekuasaan, tetapi juga pengabdian.
Follow ( whatsapp channel)




