JAKARTA, INSERTRAKYA.com Kolaborasi ekraf Indonesia Prancis diperkuat melalui program ICC Immersion yang berlangsung pada 11–16 April 2026 di Jakarta. Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng delegasi Prancis untuk mendorong kerja sama berbasis seni, teknologi, dan inovasi dalam pengembangan industri kreatif.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka akses kolaborasi global bagi pelaku ekonomi kreatif. Audiensi dilakukan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama delegasi Prancis di Autograph Tower, Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia memperkenalkan potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang. Fokus diarahkan pada subsektor yang menggabungkan seni dengan teknologi, seperti pengalaman imersif, gim, dan produksi kreatif berbasis digital.

BACA JUGA :  KPK Buka Akses LHKPN Pejabat ke Publik, Cukup Klik di Situs Resmi

Program ICC Immersion melibatkan 12 perusahaan Prancis dari berbagai subsektor. Di antaranya arsitektur, museografi, musik, warisan budaya, hingga live events yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri kreatif Indonesia saat ini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan bahwa kolaborasi ekraf Indonesia Prancis membuka peluang besar bagi pelaku industri. “Indonesia memiliki kekuatan besar pada talenta kreatif dan keberagaman budaya. Kami terbuka untuk kolaborasi lintas negara yang menggabungkan seni dan teknologi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kurang dari Tiga Jam, Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Anak Kandung di Aceh Selatan

Ia juga menambahkan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tahap diskusi. “Kami ingin kolaborasi ini berlanjut menjadi kerja sama nyata, baik dalam bentuk co-production, residensi kreatif, maupun pengembangan IP bersama,” lanjutnya.

Direktur Institut Français d’Indonésie, Jules Irrmann, menyebut Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, ekosistem kreatif Indonesia memiliki talenta muda yang kuat dan peluang pertumbuhan yang besar.

BACA JUGA :  Sinergitas TNI-Polri Terjalin Erat, Sipropam Polres Aceh Selatan Hadiri Syukuran HUT ke-79 POMAD

Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi nota kesepahaman Indonesia–Prancis yang telah ditandatangani pada 2025. Kerja sama tersebut mencakup berbagai subsektor seperti film, animasi, kriya, kuliner, fesyen, gim, dan desain.

kolaborasi ekraf Indonesia Prancis diperkirakan akan memperluas pasar internasional bagi pelaku kreatif nasional. Selain itu, pertukaran pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, informasi masih berkembang.

Jurnalis : Syamsul
Editor    : Zamroni
Follow berita Insertrakyat di whatsapp channel

💬 Laporkan ke Redaksi