MEDAN, INSERTRAKYAT.COM – Kisah evakuasi warga binaan saat banjir melanda Rutan Kelas I Medan menjadi perhatian utama, setelah Kepala Rutan, Andi Surya, memimpin langsung proses penyelamatan di tengah genangan yang masuk ke sejumlah kamar hunian. Di tengah kondisi darurat itu, seluruh langkah cepat difokuskan pada keselamatan narapidana dan kelancaran aktivitas rutan agar tetap terkendali.
Banjir yang menggenangi beberapa kamar membuat petugas bergerak sigap. Warga binaan terdampak segera dievakuasi ke lokasi aman dan kering.
“Kami sigap memindahkan warga binaan yang kamarnya tergenang. Mereka dipindahkan sementara ke Masjid, Gereja, Gedung Fatmawati, dan Blok Hasanuddin,” ujar Andi Surya usai meninjau blok hunian. Dia memastikan tidak ada korban dan seluruh warga binaan berada dalam kondisi baik.
Terkait pemadaman listrik, Andi Surya menyampaikan permohonan maaf. Pemutusan sementara dilakukan sebagai langkah pencegahan risiko di area yang sempat tergenang. “Penerangan terpaksa tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Begitu juga pasokan air bersih,” katanya.
Meski ada kendala, kebutuhan logistik warga binaan tetap terjaga. Petugas menyediakan nasi bungkus dan minuman kemasan sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Untuk air bersih, rutan berkoordinasi dengan Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut menghadirkan mobil tangki untuk memastikan ketersediaan sanitasi.
Pengawasan ketat dilakukan petugas sejak malam hingga seluruh blok hunian dinyatakan aman. Per Jumat (28/11) pagi, aktivitas rutan kembali normal. Fasilitas umum seperti ruang portir, ruang registrasi, ruang kunjungan, serta rumah ibadah sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Salat Jumat di Masjid At-Taubah juga tetap dilaksanakan.
Meski aktivitas internal telah pulih, layanan kunjungan ditunda sementara. “Semua aktivitas sudah berjalan normal. Hanya layanan kunjungan yang kami tunda karena warga binaan masih fokus membersihkan blok hunian,” demikian diutarakan Andi Surya kepada Riski kontributor Insertrakyat.com.






































