SINJAI, INSERTRAKYAT.com Kepala Desa ( Kades ) Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, M. Waris, menyampaikan apresiasi kepada warganya yang berhasil memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif berbasis biogas. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) desa sekaligus menjadi solusi dalam penghematan biaya hidup masyarakat.

Pemanfaatan biogas ini telah diterapkan oleh warga dengan mengolah kotoran sapi menjadi bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya untuk menyalakan kompor, sehingga warga tidak lagi bergantung pada gas LPG 3 kilogram.

Saat ini, tercatat delapan kepala keluarga di Desa Saukang telah menggunakan biogas sebagai sumber energi sehari-hari. Program ini terlaksana berkat inisiatif Warga, Awaluddin Adil, yang juga merupakan bagian dari Yayasan Peduli Bangsa dan aktif dalam bidang pertanian serta pemberdayaan masyarakat melalui organisasi Tani Merdeka Indonesia, Sinjai.

Awaluddin menggagas pemanfaatan biogas dengan mengandangkan sapi milik para peternak di kandang terpusat. Dari sistem tersebut, kotoran sapi yang dihasilkan dapat dikumpulkan secara optimal untuk diolah menjadi biogas. Selain menghasilkan energi, metode ini juga membantu peternak dalam pengelolaan ternak yang lebih teratur.

Program ini sejalan dengan penerapan Biogas Rumah (BIRU), di mana limbah ternak yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran lingkungan kini diubah menjadi energi bersih. Biogas tersebut dimanfaatkan warga untuk memasak dan memenuhi kebutuhan penerangan rumah tangga.

Dukungan terhadap program biogas di Desa Saukang datang dari Yayasan Peduli Bangsa dan PLN Sinjai, dengan sasaran utama para peternak sapi. Kotoran sapi yang sebelumnya menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap kini diolah menggunakan reaktor biogas sederhana yang dipasang di sekitar rumah dan kandang ternak warga.

Kepala Desa Saukang, M. Waris, menyatakan bahwa program ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat delapan warga yang telah memanfaatkan biogas secara aktif dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya sangat mengapresiasi warga dan berterima kasih atas adanya biogas di Desa Saukang. Program ini benar-benar membantu masyarakat, terutama dalam mengurangi biaya rumah tangga,” kata M. Waris kepada Wartawan, Sabtu, ( 10/1/2025 ).

Salah satu warga Dusun Bakae, Indo Tang, menyebut program biogas tersebut sangat membantu keluarga. Menurutnya, sebelum menggunakan biogas, tabung gas LPG biasanya habis dalam waktu tiga minggu. “Ini sangat membantu menghemat biaya hidup,” Imbuhnya.

Pemanfaatan biogas dari kotoran sapi di Desa Saukang terbukti memberikan dampak positif terhadap penghematan pengeluaran rumah tangga, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan melalui tangan ulet SDM mudah, Awaludin Adil.