JAKARTA, INSERTRAKYAT.com Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan program transmigrasi kini berparadigma baru, bersifat bottom up dan berbasis kebutuhan daerah. “Sekarang pemerintah daerah yang menentukan ada tidaknya transmigrasi,” ujarnya dalam Podcast Aktual Forum, 13 Agustus 2025.

Kata Viva Yoga, sejumlah kabupaten, seperti Konawe Utara, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Siak, mengajukan ribuan kepala keluarga transmigran untuk mengembangkan sektor pertanian, pesisir, perkebunan, pertambangan, dan pariwisata.

BACA JUGA :  Telisik Fakta Pengiriman Alsintan Asal Takalar Sulsel Ke Konut Sultra, Diperjualbelikan?

Selai itu Viva Yoga bilang transmigrasi justru melestarikan adat, budaya, dan lingkungan. “Semua dalam satu kesatuan sistem kehidupan yang kita jaga dalam transmigrasi,” bebernya. Dirinya lalu memastikan semua lahan diverifikasi clean and clear, serta proporsi transmigran lokal dan luar daerah diatur sesuai kebutuhan.

Belum berhenti sampai disitu, lebih jauh Viva Yoga menyebutnya program Transmigrasi Patriot bekerja sama dengan perguruan tinggi, yang mengirim lulusan berkeahlian ke kawasan transmigrasi. “Kita kirim transmigran yang memiliki keahlian,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Akhirnya Sopir Truk Pengangkut Alsintan Diduga Bantuan Asal Takalar Dijual ke Konawe Utara Buka Suara

“Transmigrasi, menjadi strategi dan solusi pembangunan nasional,” kuncinya. (Agy).

Berita Pilihan