PAREPARE, INSERTRAKYAT.com — Selain dijuluki Kota Kelahiran Presiden Bj.Habibie, Parepare juga menyandang sebutan Kota Santri dan Kota Cinta.
Aktivitas masyarakat di sana juga terbilang cukup padat seperti kota lain pada umumnya.
Namun, kini kota itu, masuk dalam perhatian serius aparat kepolisian menyusul meningkatnya potensi kriminalitas di area permukiman.
Polres Parepare mencatat gangguan keamanan masyarakat, khususnya kasus pencurian, masih mendominasi dan terjadi pada malam hingga dini hari.
Situasi itu mendorong kepolisian memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan keamanan berbasis lingkungan.
Hal demikian dikemukakan oleh Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda saat mengunjungi Pos Satkamling Sipakario Sipakalebbi di kompleks Perumnas Blok H, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Jumat malam (7/11/2025).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 Wita tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan warga di tengah meningkatnya dinamika sosial dan potensi kejahatan jalanan.
Kedatangan Kapolres disambut antusias oleh warga setempat.
Bahkan Camat Bacukiki Muhammad Syakir, Lurah Galung Maloang Zulkifli Farid, para ketua RT dan RW turut hadir dalam pertemuan itu.
Disamping itu, hadir dari jajaran Polres, tampak mendampingi Kapolsek Bacukiki AKP H. Muhammad Amin, Kasat Binmas AKP Anwar, Kapolsubsektor Iptu H. Arwan, serta personel Sat Binmas dan Bhabinkamtibmas Aiptu Herman.
Lurah Zulkifli Farid menjelaskan, Poskamling Sipakario Sipakalebbi merupakan hasil swadaya masyarakat yang dibina oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Galung Maloang.
Menurut orang nomor satu di kelurahan Galung Maloang, warganya memiliki kesadaran tinggi menjaga lingkungan dan membangun sistem ronda malam yang terorganisir.

Di sana juga, warga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berdialog langsung dengan Kapolres.
Abdul Rahman, salah satu warga, menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian Polres Parepare yang turun langsung memantau kondisi keamanan masyarakat.
Dia lalu mengajak warga lain aktif menghidupkan kembali kegiatan jaga malam dan ronda lingkungan agar situasi tetap terkendali.
Senada, Yahya Husain, warga lainnya, menilai kehadiran Kapolres memperkuat semangat gotong royong antara polisi dan warga.
Bahkan ia tak segan menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
Sementara Ilham, warga Perumnas Blok H, berharap patroli kepolisian lebih rutin menyisir kawasan pemukiman.
Menurut dia [karena] kehadiran aparat berpatroli dapat memberikan rasa aman dan mengurangi peluang tindak kejahatan.
Menanggapi berbagai masukan warga, Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda menyampaikan bahwa pihaknya akan memperluas patroli ke area pemukiman padat penduduk.
Kapolres pun Ialu menjelaskan bahwa berdasarkan data gangguan kamtibmas selama bulan Oktober, tindak pidana seperti pencurian umumnya terjadi di lingkungan perumahan, terutama antara pukul 18.00 hingga 02.00 dini hari.
Menurutnya, keberadaan pos keamanan lingkungan yang aktif sangat dibutuhkan untuk membantu aparat menjaga stabilitas keamanan.
Dirinya juga menegaskan bahwa Polres Parepare akan terus melakukan patroli rutin dan menyambangi pos kamling yang sudah berjalan untuk memastikan keterlibatan masyarakat tetap kuat.
“Kami tidak hanya ingin merespons setelah kejadian, tetapi menguatkan sistem pencegahan di tingkat lingkungan,” kata Kapolres dikutip dari rekaman tim Insertrakyat.com.
Belum berhenti sampai disitu, Kapolres mengatakan bahwa, keterlibatan warga dalam sistem pelaporan cepat sangat mendukung pencegahan kriminal.
Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian tetap diupayakan terbuka, terutama saat menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar permukiman.
“Setiap informasi sekecil apa pun sangat berharga untuk mencegah tindak kejahatan,” imbuh AKBP Indra Waspada Yuda.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan sarana dan prasarana ronda malam seperti senter, kentongan, dan rompi pengamanan.
Menarik perhatian warga, pasalnya, bantuan itu diterima oleh perwakilan warga dan pengurus pos kamling.
“Bantuan ini sebagai bentuk dukungan agar kegiatan ronda malam semakin aktif dan terorganisir,” kata Kapolres.
“Mari bersama menjaga lingkungan dari ancaman kejahatan. Jadilah polisi bagi diri sendiri dan bagi tetangga kita,” pesan Kapolres yang dituang di hadapan masyarakat yang tampak antusias mendengarkan.
Warga merasa dihargai karena kepolisian hadir langsung mendengarkan aspirasi dan kebutuhan keamanan mereka.
Beberapa warga menyampaikan rasa bangga atas perhatian yang diberikan Polres Parepare terhadap wilayah mereka.
Riska, ibu rumah tangga di Galung Maloang, mengatakan bahwa kehadiran Kapolres di tengah warga menjadi bukti perhatian kepolisian terhadap keamanan di tingkat akar rumput.
Riska pun berharap kunjungan seperti ini berlanjut agar hubungan antara masyarakat dan kepolisian semakin kuat.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bentuk implementasi pendekatan kemitraan Polri dengan masyarakat sebagaimana semangat program Presisi yang digalakkan secara nasional.
Pendekatan berbasis masyarakat akan lebih efektif karena mampu mengaktifkan kontrol sosial di lingkungan sendiri, tanpa bergantung sepenuhnya pada aparat penegak hukum.
Kapolres Parepare sendiri menilai, meningkatnya gangguan keamanan di wilayah kota disebabkan oleh sejumlah faktor seperti lemahnya pengawasan lingkungan, penerangan jalan yang kurang memadai, serta tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi pada malam hari.
Menurutnya, pola tindak kejahatan yang didominasi pencurian kendaraan bermotor dan pencurian rumah kosong menjadi dasar utama penguatan kegiatan ronda dan patroli kepolisian.
Kendati demikian, adanya pola pendekatan kemitraan, setiap kelurahan diharapkan memiliki pos kamling aktif dan sistem pengawasan berbasis masyarakat.
Kabar baiknya pun kian santer di tengah masyarakat, dimana, Polres Parepare berencana mengembangkan pelatihan bagi warga untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Program ini juga akan melibatkan Bhabinkamtibmas sebagai penghubung utama antara masyarakat dan institusi kepolisian.
Upaya ini, sebut Kapolres, diharapkan mampu menurunkan angka kejahatan dan memperkuat rasa aman di masyarakat.
Bahkan, Kapolres menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya diukur dari berkurangnya tindak pidana, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya sendiri.
“Jadi sekali lagi, saya mengajak masyarakat untuk ikut memperkuat pencegahan secara berkelanjutan,” kunci Kapolres.
Pantauan di lokasi, malam kedatangan Kapolres Parepare di Galung Maloang dikemas dengan suasana hangat dan akrab.
Baik Warga, pejabat kelurahan, dan anggota kepolisian berbincang ringan dan tak lupa sambil [menikmati] kopi di depan dan dalam pos kamling.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 21.30 Wita dan ditutup dengan sesi foto bersama.
Di sana, percakapan sinergitas tumbuh beriringan dengan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama dengan harapan keamanan di Kota Santri tetap terjaga dan utuh. (Erwin).




























