Nabire, Insertrakyat.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan rasa syukur atas pengembangan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, yang kini mampu didarati pesawat berbadan besar. Ia menilai capaian tersebut menjadi simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan wilayah timur Indonesia, Senin (20/4/2026).

Wamendagri Ribka Haluk Sebut Bandara Douw Aturure Jadi Simbol Harapan Papua Tengah saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Nabire. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan bandara tersebut merupakan hasil kerja panjang yang sempat diragukan banyak pihak.

Ia menyebut dirinya merasakan kebahagiaan atas terwujudnya target pembangunan yang sebelumnya hanya menjadi rencana. Bandara Douw Aturure kini dapat didarati pesawat jenis Boeing setelah perpanjangan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter.

BACA JUGA :  Kemenkeu Dorong Daerah Akselerasi Infrastruktur Lewat Program SINERGI Tahap II, 433 Daerah di Tahap Pertama

“Hari ini saya merasa bersukacita karena apa yang kami impikan, yakni Bandara Douw Aturure bisa didarati pesawat Boeing, semuanya sudah terwujud. Hari ini pesawat Wakil Presiden RI mendarat di bandara ini,” kata Ribka Haluk.

Wamendagri Ribka Haluk Sebut Bandara Douw Aturure Jadi Simbol Harapan Papua Tengah juga mencerminkan proses pembangunan infrastruktur yang menurutnya tidak mudah. Ia mengingat kembali masa awal saat menjabat sebagai penjabat gubernur di wilayah tersebut yang penuh tantangan dan keraguan publik.

Ia menyampaikan bahwa berbagai kritik dan keraguan tidak menghalangi proses pembangunan. Menurutnya, dukungan berbagai pihak dan keyakinan terhadap proses pembangunan menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek tersebut.

BACA JUGA :  Renduk Pemulihan Pascabencana Sumatera : 3 Tahun Prioritas Cepat Pulihkan Infrastruktur & Huntap

Kepala Bidang Penerbangan Dinas Perhubungan Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong, menjelaskan bahwa Bandara Douw Aturure dikelola oleh UPBU Kelas II Nabire dengan fasilitas sisi udara dan sisi darat yang terus dikembangkan.

Ia memaparkan bahwa fasilitas sisi udara mencakup runway, apron, taxiway, dan runway strip, sementara fasilitas sisi darat meliputi terminal penumpang, terminal kargo, powerhouse, dan bangunan penunjang lainnya.

Wamendagri Ribka Haluk Sebut Bandara Douw Aturure Jadi Simbol Harapan Papua Tengah juga ditopang oleh rencana pengembangan lanjutan. Pemerintah masih menargetkan perluasan terminal penumpang, pembangunan garbarata, serta peningkatan kapasitas apron untuk mendukung pertumbuhan arus penumpang dan logistik.

BACA JUGA :  Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik Akhmad Wiyagus, Mendagri Tito Karnavian : Perkuat Kinerja Kementerian

Meski demikian, Samuel menegaskan bahwa terminal yang ada saat ini masih berstandar pesawat ATR dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar mampu melayani penerbangan skala besar secara optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat negara meninjau langsung kesiapan bandara sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Papua Tengah.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa penguatan konektivitas udara menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah otonomi baru tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah masih melanjutkan evaluasi dan pengembangan infrastruktur Bandara Douw Aturure sebagai bagian dari agenda percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia.

Follow ( whatsapp channel)