JAKARTA, INSERTRAKYAT.com Aktivitas seismotektonik kembali terjadi di kawasan Amerika Latin.

Di sana, Gempa Bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Peru pada Minggu, 28 Desember 2025, pukul 09.51.53 WIB.

Episenter gempa tercatat berada di daratan pada koordinat 8,96 derajat Lintang Selatan dan 78,97 derajat Bujur Barat, dengan kedalaman hiposenter mencapai 66 kilometer.

Hal demikian dikemukakan oleh Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si.,M.Si Insertrakyat.com dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta Selatan, pukul 11.55 WIB.

Berdasarkan parameter sumber gempa, sebut Daryono, peristiwa tersebut tergolong sebagai gempa bumi kedalaman menengah.

Menurut dia, karakteristik ini menunjukkan bahwa energi gempa dilepaskan pada zona transisi litosfer–astenosfer, (bukan di permukaan dangkal,-red).

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Nazca yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan,” kata Daryono.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault), tipikal gempa subduksi di kawasan Cincin Api Pasifik,” sambung Daryono.

Daryono menegaskan bahwa, mekanisme thrust fault mengindikasikan adanya gaya kompresi akibat interaksi antar lempeng tektonik yang saling mendesak.

Namun, (lanjut Daryono-red), meski berkekuatan relatif besar, karakteristik sumber gempa dan kedalamannya membuat energi deformasi dasar laut tidak cukup signifikan untuk memicu gelombang tsunami.

“Hasil pemodelan dan analisis cepat BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami, termasuk terhadap wilayah Indonesia,” tegas Daryono. Untuk itu, Masyarakat pesisir di Indonesia diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi.

BMKG, lanjut Daryono, terus melakukan monitoring seismik dan evaluasi dinamika gempa susulan sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

“Setiap perkembangan dampak gempa bumi akan disampaikan secara terbuka kepada pemangku kepentingan, media, dan publik,” tegas Daryono.

Lengkapnya, kata dia, BMKG mencatat, kejadian gempa di Peru dengan menegaskan bahwa zona subduksi di sepanjang pantai barat Amerika Selatan, merupakan salah satu wilayah dengan tingkat hazard seismik tinggi.

Penulis: Lf.Nur Syam (Luthfi)
Editor: Anggytha Putrie Alvio Manho Ganny (Agy).