ACEH BESAR, INSERTRAKYAT.COM — Instruksi tegas datang dari Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Dalam Apel Tim Recovery Bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Sabtu (29/11), Mualem menegaskan penanganan banjir dan longsor di 18 kabupaten/kota harus dilakukan “cepat, terukur, dan tanpa jeda.”
Di hadapan jajaran TNI, Polri, Basarnas, dan jajaran PLN (Persero), Gubernur menegaskan bahwa percepatan pembukaan akses darat menjadi fokus utama. Akses yang terbuka berarti logistik bergerak lebih cepat, terutama menuju desa-desa yang masih terisolasi banjir.
“Buka akses, buka jalan, dan percepat pengantaran logistik. Semakin cepat barang sampai, semakin banyak nyawa yang bisa kita selamatkan,” ujar Mualem. Ia menggambarkan kondisi Aceh saat ini sebagai “tsunami kedua” yang memerlukan respons luar biasa.
Meski mengutamakan percepatan, Gubernur mengingatkan agar keselamatan personel tidak diabaikan. Titik-titik longsor dan banjir susulan masih tinggi. “Tanggung jawab moral kita besar, tapi keselamatan pasukan juga prioritas,” tegasnya.
Apel gabungan itu turut dihadiri Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Danlanud SIM Kolonel Sudaryanto, anggota DPR Aceh Salmawati, serta ratusan personel lintas instansi. Dirut PLN Darmawan Prasodjo hadir langsung memimpin pasukannya sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Gubernur Aceh.
General Manager PLN UID Aceh, Edi Saputra, melaporkan kerusakan parah pada infrastruktur kelistrikan: 12 tower transmisi roboh, dan 7 set tower emergency sudah dimobilisasi.
Sebanyak 150 personel teknis bergerak lewat jalur darat, sementara material berat akan diterbangkan dengan helikopter. “Hari ini material sudah bergerak. Untuk titik yang tak bisa ditembus, mobilisasi udara kita gunakan,” ujarnya.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN mengerahkan seluruh kekuatan nasional setelah melihat langsung beratnya kerusakan jaringan khususnya pada jalur Arun–Bireuen dan Bireuen–Takengon.
“Empat hari lalu kami turun langsung. Tower roboh, jaringan padam total. Tapi satu hal yang membuat kami terpacu: rakyat Aceh tidak pernah menyerah. Maka pemulihan ini harus total,” kata Darmawan.
TNI–Polri–PLN Bergerak Satu Komando
Upaya pemulihan listrik Aceh dilakukan dengan koordinasi ketat lintas institusi. Dua pesawat Hercules TNI AU telah tiba untuk membawa tower emergency dari Jakarta. TNI AD membantu pembukaan akses dan logistik, sementara Polri mengawal pergerakan tim di lapangan.
“Demi Aceh, kami bekerja kompak. TNI dan Polri mengawal pergerakan kami, TNI AU membantu lewat udara. Ini kerja kolektif yang luar biasa,” ungkap Darmawan.
PLN juga mengirim 220 unit genset, memastikan suplai BBM, serta menyiapkan bantuan sosial lewat zakat pegawai dan program CSR.
Gerak cepat lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Aceh yang kini tengah menghadapi salah satu bencana terburuk dalam beberapa tahun terakhir.




























