ACEH TAMIANG, INSERTRAKYAT.com Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan saat ini stok beras yang tersedia untuk masyarakat di daerah terdampak bencana, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, aman hingga enam ( 6 ) bulan ke depan.

“Stok dapat memenuhi kebutuhan sampai 6 bulan,” kata Mendagri usai Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kemendagri dalam rangka Percepatan Aktivasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Pascabencana Aceh di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut, disebutkan, di beberapa wilayah Aceh, stok beras bahkan mampu mencukupi lebih dari enam bulan. “Saya ngecek langsung ke gudang Lhokseumawe. Untuk Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara ada 28 ribu ton, cukup untuk 9 bulan,” ujarnya.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana stok beras dapat didistribusikan ke daerah bencana, terutama wilayah sulit dijangkau, serta memulihkan sektor pertanian. “Salah satu program prioritas adalah swasembada pangan, sehingga lahan sawah yang terdampak segera dihidupkan kembali,” imbuh Tito.

PERNYATAAN MENDAGRI SOAL STOK BERAS DAN BANTUAN HUNTAP PASCA BENCANA
Mendagri Muhammad Tito Karnavian berfoto bersama sesaat setelah kegiatan rapat di Aceh Tamiang (5/1/2025).

Selain stok pangan, Mendagri menyampaikan bantuan bagi warga terdampak kerusakan rumah.

“Masyarakat dengan rumah rusak ringan mendapat Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat atau hilang diganti dengan hunian tetap (huntap),” kata Mendagri. Selama proses pembangunan huntap, pemerintah menyediakan Dana Tunggu Hunian (DTH).

Mendagri mengimbau kepala daerah memanfaatkan peran kepala desa atau keuchik untuk mempercepat pendataan masyarakat terdampak. “Kalau ingin cepat, tolong bereskan datanya ini. Kita buat simpel,” tandasnya.