JAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Gempa bumi tektonik mengguncang Maluku Tengah, Sabtu pagi, 17 Januari 2026, pukul 06.50 WIB.

Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, S.Si., M.Si,. menjelaskan secara rinci karakteristik dan dampak guncangan ini.

Menurut Dr. Daryono, gempa tercatat dengan magnitudo M5,5. Episenter berada di darat, 26 km barat laut Maluku Tengah, pada kedalaman 59 km.

Dengan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter seperti ini, sebut Daryono, gempa termasuk jenis dangkal yang terjadi akibat deformasi batuan dalam lempeng Banda (intra-slab).

Mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.

Guncangan terasa kuat di Amahai, Liang, dan Kairatu dengan skala intensitas III-IV MMI, yang berarti getaran dirasakan jelas oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara di Ambon, Seram Utara, dan Sorong, gempa tercatat II-III MMI, dirasakan nyata di dalam rumah, seperti getaran truk melintas.

Berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, namun harus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” tegas Daryono dalam keterangan resminya yang dikeluarkan di Jakarta Sabtu (17/1).

Hingga siang ini, pemantauan BMKG belum mencatat adanya aftershock.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dan menghindari area rawan longsor atau bangunan retak akibat guncangan.

“Diharapkan agar masyarakat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap gempa, khususnya di wilayah rawan seismik seperti Maluku,” kunci Daryono.

(asw/agy)