INSERTRAKYAT.com, Kuala Lumpur, 28 Oktober 2025 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyerahkan tongkat kepemimpinan ASEAN Parties Against Corruption (ASEAN-PAC) kepada Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) pada 21st ASEAN-PAC Principals Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia.

Hal tersebut dikemukakan oleh salah satu petinggi KPK dalam keterangannya, kepada INSERTRAKYAT.com, Selasa petang di Jakarta. Tak hanya dia, Jubir KPK Budi Prasetyo juga merilis secara resmi inti kegiatan tersebut dengan nomor 50/HM.01.04/KPK/56/10/2025 yang dikeluarkan di Gedung KPK Kuningan Jakarta malam ini.

Lengkapnya, serah terima ini menandai berakhirnya masa KPK sebagai Ketua ASEAN-PAC periode 2024–2025 sekaligus memulai kepemimpinan MACC 2025–2026. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyatakan penghargaan atas kerja sama seluruh anggota ASEAN-PAC. “Kami berharap kepemimpinan MACC mampu mengangkat profil ASEAN-PAC di forum internasional sekaligus memberikan rekomendasi substantif kepada KTT ASEAN,” ujar Fitroh.

Pertemuan ke-21 mengangkat tema “Strengthening ASEAN Unity: Public-Private Partnership to Combat Corruption”, menekankan sinergi sektor publik dan swasta dalam memperkuat sistem antikorupsi regional.

Di bawah kepemimpinan KPK, ASEAN-PAC mencatat sejumlah capaian. Penyelenggaraan 20th ASEAN-PAC Principals Meeting di Bali Desember 2024 menghasilkan pengesahan risalah sebelumnya dan peluncuran ASEAN-PAC E-Booklet sebagai sarana berbagi praktik baik antar negara.

KPK juga menginisiasi lokakarya implementasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) bekerja sama dengan UNODC. Untuk memperkuat partisipasi publik, KPK menggelar Anti-Corruption Film Festival (ACFESST) yang menampilkan karya film pendek anggota ASEAN-PAC. Fitroh menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh delegasi dan berharap festival ini berlanjut.

ASEAN-PAC Secretariat Meeting ke-21 di Jakarta Juli 2025 menjadi dasar substansial bagi perumusan Rencana Aksi ASEAN-PAC 2026–2028 yang akan diadopsi MACC secara konsensus. Fitroh juga menekankan pentingnya memperluas jejaring dengan mitra regional dan internasional seperti ICAC Hong Kong serta memperkuat sinergi dengan badan-badan sektoral ASEAN.

Dengan berakhirnya kepemimpinan Indonesia, KPK menegaskan kolaborasi regional tidak berhenti di pemerintah, tetapi harus merambah sektor swasta dan masyarakat sipil. Fitroh menyampaikan penghargaan kepada seluruh delegasi atas kerja sama dan kontribusi selama masa kepemimpinan KPK.

ASEAN-PAC kini berada di tangan MACC. Indonesia menutup kepemimpinan dengan capaian nyata, membuktikan komitmen antikorupsi bukan sekadar retorika, tetapi tindakan di lapangan yang memperkuat integritas kawasan. (Luthfi).