BULUKUMBA, – Setelah Viral video plafon sekolah ambruk, kini viral video klarifikasi seorang guru dan memicu perhatian publik.
Guru itu sebelumnya membagikan video plafon ambruk di SD 156 Kalukubodo.
Peristiwa terjadi di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba pada Selasa lalu.
Video tersebut cepat menyebar melalui WhatsApp dan TikTok hingga menjadi viral.
GISK menilai terdapat dugaan intimidasi saat guru membagikan video kejadian itu.
Lembaga tersebut menyebut guru hanya merekam fakta kondisi sekolah yang ambruk.
Publik ramai membahas kondisi pendidikan, termasuk perhatian serius dari GISK.
Namun pihak terkait diduga lebih sibuk mencari pelaku penyebaran video viral.
GISK menilai sikap tersebut keliru karena mengabaikan kerusakan fasilitas sekolah.
Ketua Umum GISK Andi Riyal menyampaikan sikap tegas pada Jum’at, 14 November.
Riyal menyebut Guru membaca surat pernyataan pada Kamis, 14 November.
Ironisnya, peristiwa itu direkam oleh pihak terkait lalu menyebar luas, memperlihatkan kondisi guru dalam dugaan dibawah tekanan.
Riyal menyatakan GISK akan menggelar aksi besar terkait dugaan intimidasi tersebut.
Menurutnya klarifikasi guru terkesan dipaksakan karena tekanan atasan tingkat atas.
Ia menegaskan tindakan guru membagikan video adalah langkah wajar dan manusiawi.
Guru diduga berharap adanya respons pemerintah untuk memperbaiki sekolah rusak.
Namun respons yang muncul justru dugaan tekanan terhadap guru pembuat rekaman.
Ketua GISK mengapresiasi keberanian guru yang tetap menyuarakan kondisi sekolah.
Ia menyebut guru tersebut layak dilindungi karena menyampaikan fakta lapangan.
GISK menegaskan perlindungan guru harus menjadi prioritas dalam kasus ini.
Riyal juga menyoroti Dinas Pendidikan Bulukumba dan DPRD Kabupaten Bulukumba.
Ia memastikan aksi besar akan digelar Senin mendatang bersama Lembaga GISK.
Aksi itu dianggap penting demi keadilan dan menghentikan tekanan terhadap guru.
Riyal menegaskan dunia pendidikan tak boleh membiarkan ketidakadilan terjadi.
(Sa/Sa)




























