SEKOLAH Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Polewali, Sulawesi Barat baru saja sukses menggelar program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jum’at, (21/11/2025).
Kegiatan ini melibatkan Damkar, BPBD, dan PMI sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung sejak 14–21 November dan diikuti ratusan siswa kelas X (sepuluh).
Pelatihan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan materi teori, dan ditutup simulasi evakuasi bencana yang dirancang menyerupai situasi nyata. Siswa dilatih mengidentifikasi risiko, memahami jalur evakuasi, menangani kebakaran awal, hingga menjaga ketenangan saat kondisi darurat.
Fasilitator SPAB SMAN 2 Polewali, Baharuddin, S.Pd., menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis membangun budaya aman di sekolah. Ia menegaskan pentingnya pemahaman warga sekolah terhadap tindakan darurat, serta berharap kerja sama lintas instansi terus diperkuat.
Dari BPBD Polewali Mandar, anggota TRC Abu Bakar menegaskan bahwa latihan ini bertujuan mencetak relawan sekolah yang sigap sebelum tim penyelamat tiba. Ia berharap siswa menjadi agen literasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.
PMI Polewali Mandar melalui Harmiani menilai kegiatan ini efektif menambah pengalaman praktis siswa, terutama terkait pertolongan pertama dan pemahaman nilai kemanusiaan. Ia mendorong SPAB diterapkan lebih luas di sekolah lain.
Pihak UPTD Damkar Polman, pemateri Jabir Nugroho mengingatkan pentingnya ketenangan dan pengenalan alat pemadam kebakaran. Ia menyebut setiap detik adalah “golden time”, sehingga pelatihan rutin menjadi investasi keselamatan jangka panjang.
Simulasi berjalan lancar dan mendapat apresiasi seluruh pihak. Program ini juga memperkuat pola sinergi Damkar Polman yang selama ini aktif melakukan edukasi keselamatan di sekolah, masyarakat, dan lingkungan perusahaan.
Penulis: Andi Annissa.




























