SINJAI, INSERTRAKYAT.com Upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan muskuloskeletal terus diperkuat melalui kegiatan Bakti Sosial Fisioterapi Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Himafisio F.Kep Unhas) Periode 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 Desember 2025, ini menyasar langsung masyarakat di empat desa dan satu kelurahan di Kabupaten Sinjai, yakni Kelurahan Samataring serta Desa Sanjai, Salohe, Bulukamase, dan Talle.

Kepada Insertrakyat.com, Jum’at, (19/12/2025), Ade Imam Saputra, menjelaskan bahwa bakti sosial ini dirancang sebagai bentuk intervensi fisioterapi berbasis komunitas (community-based physiotherapy) yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan pelayanan kesehatan terintegrasi.

“Bakti sosial ini tidak semata pelayanan kuratif, tetapi mengedepankan aspek promotif, preventif, dan rehabilitatif. Kami melakukan asesmen awal secara komprehensif untuk memastikan setiap intervensi fisioterapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Ade Imam Saputra, mahasiswa Universitas Hasanuddin sekaligus Panitia Bakti Sosial Fisioterapi 2025.

Sebanyak 132 mahasiswa fisioterapi terlibat aktif dalam kegiatan ini, terdiri atas mahasiswa profesi serta mahasiswa angkatan 2022–2024, yang bekerja di bawah supervisi langsung tenaga fisioterapi profesional. Seluruh rangkaian kegiatan disusun secara sistematis, mulai dari tahap persiapan, pemetaan wilayah, hingga pelaksanaan layanan di masing-masing titik intervensi.

Mengusung tema “Menjalin Kepedulian Melalui Bakti Sosial Fisioterapi untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Butta Panritta Kitta”, kegiatan ini difokuskan pada pelayanan fisioterapi berbasis evidence-based practice. Layanan meliputi pemeriksaan muskuloskeletal, pengukuran tanda vital (vital sign), antropometri, serta anamnesis menyeluruh untuk mengidentifikasi gangguan gerak dan fungsi (movement dysfunction).

Adapun diketahui, kata Ade, intervensi fisioterapi yang diberikan tidak hanya bersifat klinis, tetapi juga edukatif. Masyarakat mendapatkan edukasi postur dan ergonomi melalui pendekatan PEACE, serta dilakukan screening gangguan postur (SGP) untuk mendeteksi risiko kelainan postural sejak dini. Selain itu, edukasi penanganan cedera diberikan kepada pelajar SMP yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), sebagai bagian dari peningkatan literasi kesehatan di usia sekolah.

“Kami juga membekali masyarakat dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan medis. Ini penting sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di wilayah yang akses layanan kesehatannya masih terbatas,” jelas Ade.

Rangkaian kegiatan turut dilengkapi dengan senam kesehatan untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta program homecare fisioterapi bagi warga dengan keterbatasan mobilitas atau kondisi khusus yang membutuhkan penanganan langsung di rumah. Setiap lokasi pelayanan dijalankan melalui sistem tiga shift harian, dengan alur pelayanan terstandar mulai dari registrasi, pemeriksaan, intervensi fisioterapi, hingga edukasi kesehatan.

Menurut Ade, keterlibatan aktif masyarakat di setiap desa menunjukkan tingginya kebutuhan akan pelayanan fisioterapi, khususnya terkait keluhan nyeri otot, gangguan sendi, dan masalah postur akibat aktivitas kerja dan kebiasaan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi klinis, tetapi juga belajar memahami determinan kesehatan masyarakat serta mengaplikasikan pendekatan fisioterapi holistik di tingkat komunitas,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Bakti Sosial Fisioterapi Himafisio F.Kep Unhas Periode 2025 diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan muskuloskeletal, mencegah cedera, memperluas akses pelayanan fisioterapi, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik yang aman dan ergonomis.

Adanya sinergi antara mahasiswa, supervisor, dan masyarakat, disambut dengan baik oleh Kades Talle, Ir Abd Rajab. Menurut pria kelahiran Sinjai itu, kegiatan Mahasiswa di Desa Talle menjadi wujud  tanggung jawab sosial akademisi kesehatan.

“Secara pribadi dan selaku pemerintah, kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa Unhas Ini. Karena ini juga bagian dari penguatan peran fisioterapi dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sinjai,” kuncinya. (Red).

Ikuti kanal resmi Insertrakyat.com untuk update berita cepat, akurat, dan terpercaya: