BANDA ACEH, INSERTRAKYAT.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian diketahui telah menerima gelar Kehormatan “Petua Panglima Hukom Nanggroe” dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar, pada penganugerahan gelar adat yang bertempat di Pendopo Wali Nanggroe, Darul Imarah, Rabu, 12 November 2025.
Kini Panglima Hukom kembali menuai sorotan positif [publik] dan Masyarakat Nasional, Selasa, (2/12/2025).
Kendati demikian, sebelumnya, dalam pantauan Jurnalis INSERTRAKYAT.com, nampak terlihat Mendagri Muhammad Tito Karnavian tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan langsung kondisi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh. Suara beliau kemudian bergetar ketika mengumumkan bahwa, pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat proses pemulihan, termasuk penyaluran bantuan mendesak berupa pangan, sandang, serta kebutuhan bayi ke posko-posko pengungsian.
Kunjungan Mendagri selama dua hari. Ia terbang dari Jakarta ke Aceh. Sejak Sabtu Mendagri tiba di Aceh.
Di sanalah Mendagri mengunjungi sejumlah lokasi dan menyampaikan seluruh bupati dan wali kota di wilayah terdampak diminta membuat laporan detil, mencakup jumlah kebutuhan minimal untuk dua minggu ke depan, sebagai langkah strategis menanggulangi keterbatasan akses akibat kerusakan jembatan dan infrastruktur vital. “Semoga bencana cepat berlalu, dan Aceh menjadi prioritas pemulihan nasional,” ujarnya.
Kunjungan Mendagri dilakukan bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA, menggunakan transportasi udara karena jalur darat terputus akibat jembatan rusak di beberapa titik. Tito meninjau bandara, dermaga, jalan utama, dan jaringan listrik, sekaligus berdialog langsung dengan warga di Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe. Ia memastikan pasokan logistik mencukupi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, yang mendampingi kunjungan, Mendagri dengan rombongan saat di kota Lhokseumawe. Ia berharap percepatan distribusi bantuan terus berlanjut.
Marlina kemudian mengatakan sebagian warga terisolir karena genangan banjir dan jaringan telekomunikasi yang belum pulih sepenuhnya. Listrik padam menyebabkan gawai cepat habis baterai sehingga komunikasi informasi bantuan terhambat. “Kebutuhan pangan dan sandang sangat penting dan mendesak untuk segera disalurkan,” kata Marlina.
Kondisi pengungsian cukup memprihatinkan, lanjut Marlina, karena kekurangan bahan makanan, pakaian, dan akses jalan terbatas. Ia mengatakan bahwa keterlibatan pemerintah pusat mempercepat pengiriman logistik dan meringankan beban warga. “Distribusi bantuan melalui darat, laut, dan udara akan semakin mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.
Mendagri menyampaikan bahwa prioritas pemulihan pasca-bencana mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, serta infrastruktur jalan dan jembatan. Ia menyerahkan bantuan simbolis berupa susu bayi, minyak goreng, pampers, dan bahan pangan, untuk mendorong partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan swasta.
Terkait BBM, Mendagri memantau stok di SPBU Lhokseumawe. Meski antrean tidak sepanjang di Pidie Jaya, ia menyebut penguatan stok untuk menghindari kelangkaan. “Lebih baik kelebihan daripada kekurangan,” ujarnya.
Kementerian Pertahanan telah menginstruksikan TNI membangun jembatan darurat yang kuat agar distribusi logistik berjalan lancar sebelum perbaikan permanen selesai. Mendagri meminta Pemda menghitung kebutuhan logistik minimal dua minggu ke depan, mengingat beberapa jembatan belum pulih.
Selama dua hari di lapangan, Mendagri meninjau penanganan darurat, memastikan ketersediaan pangan, sandang, dan obat-obatan, serta memantau koordinasi lintas sektor. Pendekatan ini menunjukkan respons tanggap darurat berbasis data, terstruktur, dan efisien.
Kunjungan Mendagri juga memperlihatkan kepemimpinan empatik. Ia berdialog dengan warga, memahami kepanikan akibat kekurangan logistik, serta memonitor kondisi posko pengungsian. Agenda ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam masa krisis.
Mendagri mengimbau warga tetap bersabar karena distribusi bantuan telah dipercepat melalui berbagai jalur transportasi. Ia memastikan pemenuhan kebutuhan dasar akan terus diprioritaskan hingga seluruh korban menerima dukungan penuh.
Pemprov Aceh Ulas Data Kebencanaan
Tak lama setelah Mendagri memberikan instruksi kepada seluruh kepala daerah, Pemprov Aceh bersama Pemkab dan Pemkot menyiapkan data kebencanaan yang dapat diakses secara resmi melalui posko komando kebencanaan.
Adapun diketahui, Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh beberapa waktu lalu menunjukkan dampak serius hingga Senin (1/12/2025). Berdasarkan data Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, korban meninggal dunia mencapai 173 orang, 1.838 luka-luka, dan 204 orang masih hilang.
Musibah menimpa 18 kabupaten/kota dan 226 kecamatan, memengaruhi 955.322 jiwa atau 214.940 kepala keluarga. Korban luka ringan berjumlah 1.435 orang, sedangkan luka berat tercatat 403 orang. Pengungsian berlangsung di 828 titik dengan 97.305 KK atau 443.001 jiwa.
Kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur luas, mencakup 138 perkantoran, 50 tempat ibadah, 161 sekolah, 4 pondok pesantren, 295 titik jalan, dan 146 jembatan. Kerugian harta benda masyarakat meliputi 71.385 rumah, 182 ekor ternak, 139.444 hektare sawah, dan 12.012 hektare kebun. Juru Bicara Posko, Murthalamuddin, menyatakan data bersifat sementara dan terus diperbarui melalui Portal Satu Data Aceh dan posko terpadu.
Posko dan Dapur Umum Siaga di Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah Aceh menyiapkan posko dan dapur umum di seluruh wilayah terdampak. Aceh Selatan: Desa Lhok Raya, Ladang Rimba, Padang Harapan, Ujong Tanoh. Kota Subulussalam: Desa Suak Jampak, Desa Jabi-Jabi. Pidie Jaya: Kecamatan Ulim, Meurah Dua, Merdue. Nagan Raya: Desa Beutong Ateuh. Aceh Tenggara: Muara Stulen, Jambur Lalak, Jambur Papan. Aceh Utara: Kecamatan Baktiya dan Nibong. Kota Langsa menyiapkan posko di seluruh kecamatan.
Kepala Posko Tanggap Darurat, M. Nasir SIP MPA, menyatakan tim bekerja siang dan malam untuk memastikan setiap desa terdampak banjir mendapat akses bantuan, makanan, dan evakuasi.
Layanan Pengaduan Keluarga Hilang
Posko membuka layanan pengaduan bagi warga yang kehilangan kontak dengan keluarga sejak 30 November 2025. Layanan berpusat di Media Center Posko di Kantor Gubernur Aceh. Dalam dua hari terakhir, tercatat 26 laporan masuk, sebagian besar terkait keluarga di Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Permintaan Dukungan Pusat, Evakuasi, Logistik, dan Konektivitas Mendesak
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan tiga fokus utama ialah evakuasi warga terisolir, penambahan logistik darurat, dan percepatan pembukaan konektivitas. Transportasi udara berskala besar, termasuk Hercules, dibutuhkan untuk mendistribusikan 500 ton logistik ke Aceh Tengah dan Bener Meriah, karena stok kebutuhan masyarakat hanya cukup dua hari lagi.
Percepatan Pembersihan Longsor Gunung Salak
Tim gabungan membersihkan empat titik longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah hingga kilometer 31. Kepala Dinas PUPR Aceh, Mawardi, menyatakan jalan kini dapat dilalui, meski badan jalan mengecil sehingga dipasang batang kayu di pinggirnya. Tiga alat berat digunakan, dan satu loader tambahan akan didatangkan untuk mempercepat pekerjaan.
Pemerintah Aceh melalui Pos Komando Tanggap Darurat menegaskan komitmen siaga, cepat, tanggap, dan pulih bersama. “Data terus diperbarui, posko dan dapur umum diperluas, serta koordinasi dengan pemerintah pusat dijalankan untuk memastikan warga terdampak memperoleh bantuan, perlindungan, dan akses transportasi. Masyarakat diimbau memantau portal resmi posko untuk informasi terbaru,” bunyi keterangan resmi Sekertaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir usai memimpin kegiatan Rapat di Sekretariat Posko Komando Tanggap Darurat Bencana, di Kota Banda Aceh.




























