JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Buronan, Ahmad Rony Yustianto akhirnya berhasil ditangkap. Jum’at, (15/8). Penangkapan itu dilakukan Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Anang Supriatna, S.H.,M.H mengutarakan dengan tegas bahwa, pria kelahiran 1975 itu adalah buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Dia ditangkap saat sedang berada di SPBU Madiun Kertosono.

BACA JUGA :  Intel Kejaksaan Tangkap Terpidana Pemalsuan Surat, Kerugian Rp15 Miliar

“Saat diamankan, (14/8), Terpidana bersikap kooperatif, sehingga proses pengamanan berjalan dengan lancar. Selanjutnya, Terpidana diserahterimakan kepada Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk proses lebih lanjut,” ungkap Anang di Gedung Kejaksaan Agung, Jln. Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, kata Anang, berdasarkan Putusan Mahakamah Agung RI Nomor: 5992 K/Pid.Sus/2024 tanggal 3 Oktober 2024 jo. Putusan Pengadilan Cibinong Nomor: 361/Pid.Sus/2023/PN.Cbi tanggal 20 Desember 2023 menyatakan Terdakwa Ahmad Rony Yustianto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ”turut serta melakukan penipuan” Pasal 378 KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

BACA JUGA :  Resmi Melapor, Koalisi Parlemen Jalanan Desak Jaksa Agung ST Burhanudin Atensi Kejati Sulsel Usut Tuntas Kasus Bendung Baliase RP1,3 Triliun

“Akibat perbuatannya, terbukti merugikan konsumen dengan total mencapai kurang lebih Rp12.000.000.000 (dua belas miliar rupiah). Oleh karenanya dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalankan oleh Terdakwa,” tegas Anang.

Selanjutnya, Anang menyebutnya, Jaksa Agung, ST Burhanuddin meminta jajaran Kejaksaan RI untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Kejagung Periksa Tiga Saksi Dugaan Suap di PN Jakpus

Jaksa Agung juga mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung – jawabkan perbuatannya. (Sebab,-red). “Tidak ada tempat bersembunyi yang aman bagi buronan,” tuntasnya. (Mift).