JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Siapa sangka, pulau Kalimantan yang dikenal aman dari aktivitas tektonik ternyata menyimpan catatan panjang peristiwa gempa bumi dan tsunami.
Terbaru, awal November 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sedikitnya delapan peristiwa gempa signifikan yang pernah mengguncang bumi Borneo, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan Indonesia.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si, menyebut bahwa rentang waktu kejadian tersebut mulai dari tahun 1921 hingga 2018.
Menurut dia, sejumlah peristiwa ini menimbulkan kerusakan dalam dampak besar terhadap lingkungan dan bangunan.
“Signifikan mulai dari kerusakan sedang hingga berat,” jelas Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima, Syamsul Jurnalis Insertrakyat.com, di Jakarta Selatan, Jum’at, malam.
Dan, berikut rangkuman delapan peristiwa gempa bumi di Kalimantan berdasarkan data Katalog Gempa BMKG:
1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang, Kalimantan Timur (14 Mei 1921)
Gempa berkekuatan besar ini mengguncang wilayah Sangkulirang dengan skala intensitas VII–VIII MMI. Banyak bangunan rusak berat, bahkan disusul tsunami yang meluluhlantakkan pesisir dan muara sungai di kawasan tersebut.
2. Gempa Tarakan, Kalimantan Timur (19 April 1923)
Dengan kekuatan M 7,0, guncangannya mencapai intensitas VII–VIII MMI. Laporan menyebut banyak rumah roboh dan tanah merekah akibat kekuatan gempa yang luar biasa ini.
3. Gempa Tarakan, Kalimantan Timur (14 Februari 1925)
Getaran kuat dengan intensitas VI–VII MMI kembali mengguncang Tarakan, menyebabkan banyak bangunan rusak dan masyarakat panik.
4. Gempa Tarakan, Kalimantan Timur (28 Februari 1936)
Untuk ketiga kalinya Tarakan diguncang gempa besar, kali ini bermagnitudo M 6,5. Dampaknya kembali terasa di permukiman penduduk dengan banyak bangunan rusak.
5. Gempa Pulau Laut, Kalimantan Selatan (5 Februari 2008)
Gempa M 5,8 dirasakan kuat di Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Sembilan, Pagatan, dan Batulicin. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, guncangannya cukup mengejutkan warga setempat.
6. Gempa Tarakan, Kalimantan Timur (21 Desember 2015)
Gempa dengan magnitudo M 6,1 berpusat di laut, sekitar 29 km timur laut Tarakan. Getarannya merusak sejumlah bangunan dan diikuti 16 kali gempa susulan.
7. Gempa Kendawangan, Kalimantan Barat (24 Juni 2016)
Wilayah Kalimantan Barat pun tak luput. Gempa M 5,1 menyebabkan beberapa rumah warga rusak, menandai bahwa sisi barat Kalimantan juga menyimpan potensi seismik.
8. Gempa Katingan, Kalimantan Tengah (14 Juli 2018)
Gempa bermagnitudo M 4,2 mengguncang Katingan, Kasongan, Batutinggi, dan Bengkuang dengan intensitas III–IV MMI. Satu rumah dilaporkan rusak ringan.
Dr. Daryono menegaskan, meski Pulau Kalimantan bukan wilayah aktif gempa seperti Sumatera, NTT dan Sulawesi, sejarah membuktikan bahwa ancaman tetap ada. “Kesiapsiagaan dan edukasi masyarakat tetap penting, karena gempa bisa terjadi di mana saja,” tandasnya.
Penulis : Syamsul




























