PULUHAN remaja yang merupakan warga Kabupaten Sinjai memadati kawasan Pelabuhan Larea-rea usai menunaikan ibadah shalat subuh selama bulan Ramadan. Momentum pagi hari dimanfaatkan untuk menikmati panorama alam, udara laut, serta pemandangan matahari terbit yang menjadi daya tarik utama pelabuhan. Senin (23/2/2026).

Saat pengunjung memasuki pintu gerbang pelabuhan, mereka disambut dengan debu – debu “nepotisme”  berwarna kecoklatan yang berterbangan bercampur embun. Warga inisial F, bilang debu bersumber dari material pembangunan pabrik porang.

Warga terlihat berdatangan dengan mengendarai sepeda motor dan mobil. Mereka rela merogoh kocek sekitar Rp2.000 untuk masuk ke area pelabuhan demi menikmati suasana pagi yang tenang, sejuk, dan penuh pesona alam pesisir.

Selain panorama sunrise, pengunjung juga disuguhi pemandangan laut lepas dengan latar Pulau Sembilan yang tampak dari kejauhan. Kapal-kapal nelayan yang melintas turut menambah nuansa khas kehidupan maritim yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

Para remaja tampak memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto dan berswafoto (selfie), mengabadikan keindahan alam dengan latar laut, dermaga, serta siluet pulau-pulau kecil. Tidak hanya Pulau, panorama laut lepas menjadi objek favorit para pengunjung.

Di area pelabuhan, salah satu pengunjung, Mariana, mengaku kawasan pelabuhan ini tidak hanya ramai saat Ramadan. “Bukan cuma bulan Ramadan, setiap hari juga ramai. Tapi khusus Ramadan, habis shalat subuh banyak warga datang untuk menikmati indahnya pemandangan terbitnya matahari dan suasana pelabuhan,” Imbuhnya. (sa).