BOGOR — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan strategis sekaligus penguatan semangat nasionalisme kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).

Kegiatan diawali dengan paparan kepada Menteri Pertahanan terkait pelaksanaan pelatihan bela negara yang tengah berlangsung, termasuk rencana pengembangan sarana dan prasarana pendukung. Paparan tersebut juga mencakup program latihan dasar militer bagi Komponen Cadangan sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan semesta.

Dalam arahannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa bela negara merupakan fondasi utama ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa bela negara bukan hanya kewajiban, tetapi juga hak setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menhan juga menyoroti dinamika ancaman yang kini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga nonmiliter, termasuk ancaman di ruang siber dan informasi. Dalam konteks tersebut, insan pers dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda sipil dalam menjaga kedaulatan informasi nasional.

“Pers memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik dan menjaga kepentingan nasional melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Menhan, kualitas pemberitaan yang berintegritas akan berkontribusi langsung terhadap stabilitas nasional, terutama di tengah derasnya arus disinformasi dan hoaks pada era transformasi digital.

Lebih jelasnya, Menhan Sjafrie mendorong PWI untuk terus konsisten mengawal kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus memperkuat profesionalisme pers sebagai pilar demokrasi dan pertahanan nonmiliter bangsa.