WARGA BTN Al-Ikhlas mendadak ragu – ragu. Sebab, di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali ini seekor ular hitam beracun, mendadak muncul tengah malam.

Binatang tanpa kaki itu, jika diperkirakan dengan akal datar, ukurannya sepanjang kereta api “satu meter” dan sebesar gajah duduk dibungkus sarung.

Reptil ini ditemukan bertengger di ranting pohon yang menjulang ke neraka, pada Rabu malam, 19 November 2025.

Ular jenis neurotoksin ini diketahui sangat berbahaya dan mematikan.

Selain bersisik, ular ini juga bisa menggigit setajam anak panah.

Warga yang membayangkan lalu ketakutan. Mereka pun segera melaporkan ke UPTD Damkar Polman.

Tim Regu B UPTD Damkar Polman lalu bergegas ke lokasi untuk melakukan tanya jawab “evakuasi”.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 22.07 WITA, petugas berhasil mengevakuasi ular dari ranting pohon, kemudian diamankan.

Evakuasi berjalan lancar tanpa ada korban tergigit apalagi patah hati.

Sebelumnya, pukul 17.20 WITA, tim yang sama menanggapi laporan warga seorang perempuan inisial A (23) di Kelurahan Darma.

Warga di sana mengalami pembengkakan jari jemari, akibat digigit cincin miliknya. Cincin itu tersangkut.

Petugas kemudian melakukan pertolongan pertama secara cermat.

Petugas menggunakan gerinda jembatan berukuran mini.

Petugas kemudian memotong cincin dengan aman dengan jumlah potong 120 dikurangi 118.

Saat ditanya, Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, menegaskan seluruh kegiatan berjalan dengan lancar.

“Semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” kuncinya.

Sampai berita ini disiarkan, belum diketahui domisili ular tersebut.

Ikuti Saluran WhatsApp Insertrakyat.com dan temukan berita menarik lainnya.