SINJAI, INSERTRAKYAT.COM — Kinerja jajaran Permasyarakatan di Kabupaten Sinjai kembali menjadi fokus penguatan dan pemantauan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan. Melalui kunjungan kerja terpadu, dua pimpinan bidang dari Kanwil Ditjenpas Sulsel turun langsung memberika arahan terkait peningkatan integritas, profesionalisme, dan layanan pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Sinjai.
Senada, secara visual, Humas Rutan Sinjai, Sahrul Gunawan menjelaskan bahwa, kegiatan berlangsung pada Selasa, 4 November 2025, di kompleks Rutan Sinjai, dan dihadiri oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Mut Zaini, serta Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Ashari. “Kehadiran dua pejabat tinggi tersebut merupakan bagian dari agenda koordinasi, bimbingan, dan pengawasan berjenjang untuk memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan sesuai kebijakan nasional,” bunyi keterangan resmi Humas yang diterima langsung INSERTRAKYAT.COM, pada Rabu, (5/11/2025) siang.
Selain melakukan penguatan tugas dan fungsi, tim Kanwil Ditjenpas Sulsel juga meninjau beberapa fasilitas layanan strategis, seperti blok hunian, dapur, ruang layanan kesehatan atau poliklinik, serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menjadi sarana pendidikan bagi warga binaan.
Arah kunjungan yang menitikberatkan pada integritas, etika pelayanan, dan kesiapan petugas dalam mendukung tugas pemasyarakatan menegaskan komitmen Ditjenpas terhadap peningkatan kualitas institusi secara menyeluruh. Sinergi antara pembinaan dan pengawasan diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, tertib, humanis, serta bebas dari praktik penyimpangan.
Kunjungan Jadi Motivasi Tingkatkan Kinerja
Kepala Rutan Kelas IIB Sinjai menyampaikan apresiasi besar atas kehadiran serta arahan langsung dari pejabat Kanwil Ditjenpas Sulsel. Menurutnya, kegiatan ini untuk memperkuat motivasi dan disiplin kerja seluruh jajaran.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kanwil Ditjenpas Sulsel. Kegiatan seperti ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam mendukung program pemberantasan narkoba, pembinaan kemandirian, dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Kepala Rutan menegaskan bahwa Rutan Sinjai terus berupaya menjaga standar pelayanan dan pembinaan, termasuk pengembangan program pendidikan, kerja, serta kegiatan keagamaan bagi warga binaan. Dedikasi jajaran disebut menjadi pondasi utama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keberhasilan program pembinaan.
Menurutnya, bimbingan dari pihak Kanwil merupakan bagian dari pembinaan struktural yang sangat diperlukan agar arah kebijakan selalu selaras dengan ketentuan pusat.
“Pendampingan rutin dan pemantauan langsung adalah bagian penting dari manajemen pemasyarakatan modern berbasis akuntabilitas dan peningkatan kapasitas berkelanjutan,” kata Darman Syah.
Profesionalisme dengan Sentuhan Humanis
Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Mut Zaini, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelaksanaan pelayanan pemasyarakatan. Menurutnya, petugas pemasyarakatan memiliki tugas mulia mengemban amanah negara dalam merawat manusia dan membentuk kembali karakter warga binaan, sehingga pendekatan yang digunakan harus mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Petugas Pemasyarakatan harus bekerja dengan hati. Pelayanan yang baik kepada warga binaan adalah bagian dari pembinaan itu sendiri,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak warga binaan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem pemasyarakatan modern. Upaya pembinaan berbasis hak, seperti akses layanan kesehatan, pendidikan, dan pembinaan keterampilan harus dijalankan secara konsisten. Pendekatan humanis disebut menjadi kebijakan yang selaras dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membantu warga binaan kembali berfungsi positif di masyarakat setelah selesai menjalani pidana.
Selain itu, Mut Zaini mempertajam (pentingnya-red) menjaga kebersihan, kerapian, dan standar fasilitas pendukung pelayanan. Hal sederhana seperti penataan ruang, kenyamanan area layanan, dan kebersihan dapur serta klinik menjadi refleksi implementasi pembinaan yang baik.
Peninjauan ruang poliklinik turut menjadi perhatian, dengan arahan agar dilakukan penataan ulang warna dinding agar terlihat lebih bersih dan menunjang kenyamanan layanan kesehatan bagi warga binaan. Menurutnya, estetika dan suasana ruang berpengaruh terhadap proses pembinaan.
“Hal-hal sederhana seperti kebersihan dan penataan ruang juga bagian dari pembinaan,” kata Mut Zaini.
Integritas Petugas dan Loyalitas Institusi
Dalam pengarahannya, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulsel, Ashari, menekankan aspek integritas dan loyalitas sebagai pondasi petugas pemasyarakatan. Baginya, profesionalisme dan disiplin tidak hanya tercermin dari kemampuan teknis, tetapi juga kesetiaan dan komitmen moral dalam menjaga nama baik institusi.
“Bekerjalah dengan baik, karena rezeki tidak selalu berupa uang, tetapi juga kesehatan, keluarga yang bahagia, dan keberkahan hidup,” pesannya.
Ashari menegaskan peran Kanwil, yaitu melaksanakan fungsi Bimbingan, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) secara terukur dan berkesinambungan. Melaporkan ke pimpinan, mengawasi pelaksanaan tugas di UPT (Unit Pelaksana Teknis), serta memberikan pembinaan langsung merupakan mekanisme pengawasan internal untuk menjaga mutu kinerja dan mencegah penyimpangan.
Dalam arahannya, ia juga menekankan pentingnya solidaritas internal serta menolak segala bentuk tindakan kontra loyalitas yang merusak marwah institusi.
“Dukung dan bantu Karutan, jangan ada yang menjadi [pemalas] di dalam instansi,” tegasnya, menandai pesan moral bahwa kebersamaan, komunikasi, dan loyalitas tim merupakan kunci menjawab tantangan tugas pemasyarakatan.
Ia menjelaskan, setiap tugas harus dilakukan dengan ikhlas, disiplin, dan bertanggung jawab, karena nilai profesionalisme petugas tercermin dari integritas dalam menjalankan amanah. Petugas pemasyarakatan diharapkan menjadi teladan sekaligus pelindung institusi dari segala potensi pelanggaran.
Pastikan Standar Layanan Terjaga
Selain agenda pengarahan, kedua pejabat Kanwil melakukan inspeksi langsung pada sejumlah fasilitas Rutan Sinjai. Pemantauan ini memastikan bahwa pelaksanaan layanan berjalan sesuai standar Ditjenpas dan ketentuan berbasis HAM.
Fasilitas yang dikunjungi meliputi:
- Blok hunian
- Dapur layanan warga binaan
- Poliklinik kesehatan
- PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat)
Peninjauan fasilitas pendidikan menjadi sorotan tersendiri. PKBM Rutan Sinjai dinilai sebagai salah satu pilar pembinaan yang mampu memberikan dampak positif bagi masa depan warga binaan. Keberadaan tenaga pengajar PKBM turut menunjukkan keseriusan institusi dalam memastikan akses pendidikan bagi semua.
Pendampingan terhadap petugas pengajaran, pengelolaan ruang belajar, serta mekanisme penilaian pendidikan turut disorot untuk memastikan standar pendidikan non formal berjalan baik.
Komitmen Pengembangan Pembinaan: Dari Anti-Narkoba Hingga Ketahanan Pangan
Program pembinaan di Rutan Sinjai menjadi salah satu aspek yang mendapatkan apresiasi dalam kegiatan ini. Karutan menegaskan bahwa pembinaan bukan hanya terkait kegiatan rutin, tetapi program nyata yang memberikan dampak luas, seperti:
- Program pemberantasan dan pencegahan narkoba
- Pembinaan kemandirian melalui pelatihan kerja
- Program ketahanan pangan melalui pertanian dan keterampilan produksi
- Pembinaan kerohanian dan pendidikan keagamaan
- Program peningkatan literasi dan pendidikan melalui PKBM
Program ketahanan pangan, yang melibatkan warga binaan melalui kegiatan pertanian, menjadi salah satu bukti bahwa Rutan Sinjai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan tetapi juga berkontribusi pada program nasional pemberdayaan dan penguatan ekonomi mandiri.
Melalui pembinaan kemandirian, warga binaan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi modal kehidupan setelah bebas. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk membentuk pribadi lebih baik, mandiri, dan produktif.
Bangun Budaya Kerja Bersih dan Terarah
Kegiatan kunjungan Kanwil Ditjenpas Sulsel tidak hanya bersifat ceremonial, tetapi saar penuh pesan strategis bagi peningkatan tata kelola pemasyarakatan. Arah kebijakan jelas: membangun budaya kerja bersih, profesional, dan berintegritas.
Seluruh jajaran Rutan Sinjai didorong untuk menjunjung transparansi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan layanan publik berbasis kemanusiaan. Petugas diharapkan terus menjaga etika, disiplin, dan loyalitas, sebagai bagian dari komitmen institusional.
Langkah pengawasan, pembinaan, dan evaluasi kinerja secara konsisten merupakan bagian dari sistem kendali yang bertujuan mencegah pelanggaran dan meningkatkan kualitas layanan di lingkungan pemasyarakatan.
Harapan Besar pada Rutan Sinjai
Rangkaian kegiatan kunjungan kerja ini, kata Darman Syah, diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Sinjai dalam menjalankan tugas dengan landasan integritas, profesionalisme, humanisme, dan loyalitas.
“Kehadiran dua pimpinan bidang dari Kanwil Ditjenpas Sulsel memberi pesan kuat bahwa kinerja pemasyarakatan adalah tanggung jawab bersama dan harus dijaga melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan moral, dan dukungan sistem supervisi terarah,” kata Karutan Sinjai.
“Rutan Sinjai diharapkan terus menjadi salah satu [Pemasyarakatan] yang mampu menciptakan lingkungan pembinaan kondusif, aman, bersih, serta menjadi tempat pembinaan yang benar-benar memberikan kesempatan perubahan bagi warga binaan,” demikian Darman Syah menutup pernyataan resminya.
Penulis: Supriadi Buraerah




























