SINJAI, INSERTRAKYAT.com —Sealin dijuluki sang sutradara dibalik suksesnya Perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT ke -80 RI ) pada 17 Agustus 2025, di Sinjai. AKBP Harry Azhar, S.H., S.I.K., M.H. juga pemilik senyum ramah nan bersahaja, hal ini pernah diutarakan oleh seorang pria, ALkarni warga Kecamatan Tellu Limpoe saat dijumpai awak media ini di Kota Sinjai, Rabu, siang.

Ditempat terpisah, Roll Model kepemimpinan, AKBP Harry Azhar, yang telah diceritakan warga, memang nampak terlihat melekat pada sosok diri seorang Perwira Polri Untuk Masyarakat, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jln Bhayangkara Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, pada Rabu (14/1/2026) sore.

“Kabar gembira hari ini, bung, (Wartawan,-red) berkunjung ke Mapolres Sinjai untuk mengeratkan tali silaturrahmi. Selamat datang di rumah kami, dan (Institusi Polri,-red) ini juga rumah Masyarakat Sinjai serta seluruh warga negara,” ucap cucu Nabi Adam yang kini berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi, tepat pukul 15.24 WITA.

5 Objek Visual Menguji Ketangkasan Gaya Berpikir AKBP Harry Azhar

Ditanya langsung AKBP Harry, berdasarkan pengamatan insertrakyat.com, susunan elemen visual di ruangan ini jelas tidak hadir secara kebetulan. Empat foto figur negara tersebut merepresentasikan kesinambungan kepemimpinan dari tingkat nasional hingga daerah, sekaligus menjadi simbol otoritas negara dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Kendati demikian, Masyarakat butuh jawaban lengkap dan langsung dari bapak Kapolres Sinjai,-red?.

Menjawab dengan tegas, AKBP Harry kemudian menjelaskan bahwa, lima foto yang terpajang membentuk satu rangkaian simbolik yang merepresentasikan relasi utuh antara negara, institusi, dan masyarakat dalam satu kesatuan nilai agama /ketuhanan dan kebangsaan.

Di dalam empat bingkai foto masing-masing menampilkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol. Drs. Djuhandhani Rahardjo Puro, M.Si.

Satu bingkai lainnya menampilkan lambang negara Garuda Pancasila, yang ditempatkan sebagai pusat nilai. Kehadiran Garuda bukan sekadar ornamen kenegaraan, melainkan penegasan bahwa seluruh praktik kepemimpinan dan pengabdian institusi negara berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa.

Pada lambang tersebut tertera lima sila Pancasila, yang masing-masing memuat makna filosofis mendalam. Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi fondasi moral yang menjunjung tinggi kebebasan beragama dan toleransi anta rumat. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan komitmen negara terhadap penghormatan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Persatuan Indonesia berfungsi sebagai perekat kebhinekaan, memastikan perbedaan suku, agama, dan budaya tetap berada dalam satu ikatan kebangsaan.

Lebih dalam, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mencerminkan prinsip demokrasi yang mengedepankan musyawarah sebagai sarana pengambilan keputusan, sementara Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi tujuan akhir dari seluruh penyelenggaraan negara, yakni terciptanya kesejahteraan yang merata dan berkeadilan.

Keberadaan kelima bingkai dan foto tersebut membentuk satu visual yang utuh dengan kepemimpinan negara dan aparat penegak hukum tidak berdiri sendiri, melainkan senantiasa berada dalam koridor nilai Pancasila.

“Simbol-simbol (foto) ini secara mutlak (implisit) menegaskan bahwa kekuasaan negara dijalankan untuk dan bersama masyarakat, dengan persatuan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata AKBP Harry menegaskan.

Wawancara lebih lanjut mengupas sejumlah topik. (Bersambung).