INSERTRAKYAT.COM, JAKARTA, — Komisi XII DPR RI menilai distribusi BBM di Indonesia Timur perlu penguatan serius. Sabtu, (30/8/2025). “Kondisi geografis yang terpisah-pisah sering menimbulkan hambatan pasokan energi,” kata Wakil Ketua Komisi XII, Bambang Haryadi dalam keterangan tertulisnya di terima di Jakarta.
Sebelumnya Bambang Haryadi telah meminta Pertamina menyiapkan alternatif cadangan melalui bunker penyimpanan. Dia menilai langkah ini untuk mengantisipasi darurat distribusi di Indonesia Timur.
“Jika terjadi gangguan, misalnya jalan terputus akibat kecelakaan, pasokan tetap bisa ditangani,” kata Bambang dalam kunjungan kerja Komisi XII di Manado, Kamis (28/8/2025).
Waktu itu Bambang mengungkapkan, sistem reaksi cepat menghadapi situasi darurat sangat penting dilakukan. Terutama di wilayah timur yang terpisah-pisah. “Sistem distribusi perlu diperkuat, bahkan perlu ada pengamanan khusus,” ungkapnya.
Bambang juga mengusulkan buffer stock di titik strategis. Cadangan itu dapat digunakan ketika pengiriman terganggu.
Politisi Gerindra ini mencontohkan keterlambatan distribusi di Labuan Bajo. Dia menyebut, (terkadang) Cuaca buruk membuat kapal pengangkut BBM tertunda, sehingga kelangkaan sempat terjadi beberapa hari.
“Pada intinya kita dari Komisi XII berharap langkah tersebut membuat distribusi BBM di timur lebih tangguh, transparan, dan siap menghadapi tantangan geografis serta kondisi darurat,” tuntasnya.
(Syamsul|Editor: Bahtiar).





























