WAKATOBI, INSERTRAKYAT.COM— Namanya tak asing ditelinga rakyat, ialah Ir. Hugua, M.Ling., pada 15 Maret 2025, ia kembali ke tanah kelahirannya di Tomia, Wakatobi. Ole – ole yang dibawa adalah konsep pelayanan publik; tanpa sekat, cepat, tepat dan efektif.
Di sana, pendekatan lebih dekat dengan masyarakat, tanpa seremoni berlebihan, Hugua memilih duduk santai bersama warga dalam diskusi bertajuk “Koja-Koja di Kampung Halaman”.
Ir Hugua sendiri adalah Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumagarukka. Keduanya menjawab kebutuhan masyarakat Sultra dimulai sejak pasca dilantik untuk jabatan Periode 2025 – 2030. Kini keduanya memikul harapan rakyat dalam amanat Kepemimpinan di tingkat Pemprov Sultra.

Sabtu malam (itu), di alun-alun Rumah Jabatan Camat Tomia, suasana penuh keakraban dan hangat. Warga menyampaikan aspirasi mereka dan mendapatkan jawaban langsung dari Hugua.
Hugua didampingi Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Sekda Kabupaten Wakatobi, Staf Ahli Gubernur, serta sejumlah Kepala OPD dan Kepala Biro terkait, diskusi ini menjadi ajang tukar pikiran yang membangun dan bernilai positif.
Dibuka oleh Sekda Kabupaten Wakatobi sebagai moderator, diskusi ini menyoroti berbagai tantangan dan potensi daerah. Hugua membawa semangat baru bagi Tomia, Wakatobi.
Hugua memastikan bahwa pertemuan tersebut terlepas dari sisi formalitas. Ia ingin mendengar langsung keluhan masyarakat dan mencari solusi nyata.
“Kolaborasi antara Pemda Wakatobi, Pemprov, dan Pemerintah Pusat harus saling mendukung agar kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” tegasnya.
Dengan 97% kekuatannya berada di bawah laut, Hugua mengingatkan bahwa ekosistem laut adalah aset utama.
“Mari kita jaga terumbu karang dari pengeboman ikan dan pencurian,” ajaknya penuh semangat.
“Kalau kita tidak menjaganya, maka tidak ada yang datang ke Wakatobi. Jika pariwisata tidak menjadi prioritas, lalu apa yang bisa dijual di Wakatobi,”lanjutannya.
Hugua mengangkat lima jari di tangan sambil tersenyum dan mengatakan, bahwa wisata bahari harus dikelola dengan baik, baik dari sisi pemasaran maupun SDM.
Dirinya juga mengakui protein alam yang menjadi potensi Wakatobi. “Potensial Wakatobi ada di bawah laut, sedangkan daratan harus menjadi penyangga wisata. Pemerintah daerah harus serius membangun sektor ini,” ujarnya.
Sementara itu, Masyarakat mengungkapkan keresahan mereka terhadap lemahnya pengawasan perairan 12 mil laut yang menjadi kewenangan Dinas Perikanan Provinsi. Mereka menyoroti maraknya pengeboman ikan yang mereka duga dilakukan oleh nelayan dari luar provinsi Sulawesi Tenggara yang tidak tertangani optimal oleh Pokmaswas.
Selain itu, Infrastruktur Pariwisata kata Masyarakat, sangat diharapkan agar ada perhatian serius dari pemerintah, mulai akses air bersih hingga fasilitas pendidikan seperti SMA 3 dan SMA.
Masyarakat berharap ada perbaikan signifikan. “Infrastruktur wisata yang belum terawat juga menjadi perhatian utama,” demikian kehendak warga.
Menanggapi kewajibannya, Hugua langsung memerintahkan Staf Ahli dan jajaran eselon II Pemprov Sultra untuk segera melakukan telaah dan observasi guna menentukan langkah strategis dalam mewujudkan impian masyarakat.
Sebagai putra daerah yang pernah menjabat Bupati Wakatobi dua periode, Hugua juga bertekad mengembalikan kejayaan daerahnya sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Selain itu, dirinya menegaskan bahwa, pendekatan Kongko-Kongko ala Hugua menjadi bukti bahwa pemimpin bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya mendengar, ia langsung bertindak.
Diskusi ini ditutup dengan optimisme. Warga Tomia merasakan kehadiran seorang pemimpin yang benar-benar memahami mereka. Janji disampaikan, kepastian diberikan. Sisanya adalah harapan manis yang masih bertengger dibibir dan teling Publik.
Disamping itu, masyarakat berharap tuhan melancarkan segalanya, sehingga tujuan mulia Hugua dalam membangkitkan Wakatobi dapat terwujud.

Sejatinya tanpa campur tangan Tuhan segala sesuatu yang terencana dalam setiap aspek “mustahil dapat terealisasi”.
Kendati demikian, semangat dan komitmen yang digaungkan oleh Hugua, Wakatobi kini berada di jalur yang lebih terang.
Masyarakat pun semakin yakin, bahwa kampung halaman mereka yang juluki surga bawah laut adalah tempat di mana harapan dan masa depan terus merangkak naik.





























