KEMENTERIAN Perhubungan terus menggencarkan ramp check di seluruh moda transportasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sebagai upaya menekan risiko kecelakaan yang bersumber dari faktor teknis maupun human error. Senin, (24/11/2025).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan ramp check merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh layanan transportasi berjalan aman, nyaman, dan mengedepankan keselamatan publik. Ia menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah prioritas utama, dan pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan serta humanis bagi seluruh pengguna jasa transportasi.

Dalam pelaksanaan ramp check, pemerintah memeriksa aspek-aspek krusial yang berpotensi memicu kecelakaan, meliputi kondisi fisik kendaraan, fungsi alat penunjang operasional, kelengkapan administrasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya. Pemeriksaan sektor transportasi darat telah berlangsung sejak 7 November 2025 dan dijadwalkan berlanjut hingga 2 Januari 2026 dengan target pemeriksaan 15.000 kendaraan. Lokasi ramp check mencakup pool bus, jalur wisata, serta terminal di berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Banten, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Bengkulu, serta Sulawesi Barat.

Pada sektor transportasi laut, ramp check dilakukan melalui pembentukan Tim Uji Petik oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memastikan setiap kapal penumpang memenuhi standar kelaiklautan. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah pelabuhan padat penumpang, antara lain Tanjung Perak, Makassar, Batam, Ambon, Sorong, Bitung, Banten, Dumai, Ternate, Kendari, Kotabaru-Batulicin, Kupang, Merauke, Tanjung Wangi, dan Muara Angke. Pemerintah juga melakukan koordinasi intensif dengan BMKG untuk mendapatkan pembaruan cuaca dan menerapkan prosedur keselamatan apabila terjadi kondisi ekstrem.

Pada sektor transportasi udara, ramp check dijadwalkan berlangsung pada 21 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 guna memastikan pemenuhan aspek keselamatan serta keamanan penerbangan selama masa puncak perpindahan penumpang. Pemeriksaan dilakukan terhadap 560 unit pesawat penumpang niaga berjadwal yang terdiri atas 366 unit yang siap operasi dan 194 unit lainnya yang tengah menjalani perawatan. Pemeriksaan meliputi kelayakan pesawat, dokumentasi teknis, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan penerbangan.

Sementara itu, sektor perkeretaapian turut menjalani ramp check terhadap sarana dan prasarana, termasuk pengecekan Standar Pelayanan Minimal serta inspeksi keselamatan di lintas operasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan semua fasilitas dan layanan perkeretaapian dalam kondisi prima sehingga mampu menopang mobilitas masyarakat selama masa libur akhir tahun yang diprediksi meningkat signifikan.

Selain ramp check, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan berbagai strategi pendukung untuk menjaga aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Polri dan operator transportasi, penyiapan sumber daya manusia yang siap siaga, antisipasi perubahan cuaca, penguatan regulasi keselamatan, serta penyelenggaraan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026. Posko ini melibatkan lebih dari 12.000 personel dari kementerian, lembaga, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kelancaran arus transportasi nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan. Ia berharap seluruh masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan berkumpul bersama keluarga tanpa hambatan berarti. “Kami pastikan seluruh lini bekerja maksimal demi keselamatan publik, karena melindungi masyarakat adalah tugas yang tidak boleh kami abaikan,” kuncinya. (Agy).