BANDA ACEH, INSERTRAKYAT.COM — Muhammad MTA, Juru Bicara (Jubir) mengungkap bahwa, Pemerintah Aceh terus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menangani banjir besar yang melanda sejumlah kabupaten/kota. Hari ini, Sabtu (29/11), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama tim dari pemerintah pusat dijadwalkan tiba di Aceh untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan berbagai langkah komando dan pengendalian bencana sudah dilakukan sejak peringatan potensi cuaca ekstrem dari BMKG. “Bantuan logistik dari Pemerintah Aceh mulai diturunkan sejak awal sebagai dukungan untuk BPBD kabupaten/kota dan hingga kini masih terus berlangsung,” ungkapnya kepada INSERTRAKYAT.COM sesaat lalu.

Bantuan Pusat Mulai Mengalir, Hercules TNI Mendarat Bawa Logistik Presiden

Sejak Jumat (28/11), bantuan dari pemerintah pusat mulai tiba, baik dari BNPB maupun dari Presiden. Tadi malam, pesawat Hercules TNI kembali mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda membawa paket logistik untuk masyarakat terdampak.

“Pagi ini Gubernur Aceh bersama Pangdam dan Kapolda akan memimpin langsung pendistribusian ke kabupaten/kota,” ujar Muhammad MTA.

Pemerintah Aceh juga menyiapkan skema distribusi udara untuk wilayah yang tidak dapat ditembus jalur darat. Daerah tengah Aceh menjadi prioritas, dengan penggunaan helikopter TNI dan Polri.

“Drop logistik untuk wilayah tengah akan memusatkan konsentrasi di Bandara Malikussaleh dan Bandara Cut Nyak Dhien sebagai hub distribusi udara,” jelasnya.

Empat helikopter disiapkan untuk operasi tersebut — tiga milik TNI dan satu dari Polri. Dan, Starlink Perkuat Komunikasi Posko Bencana

Sejak kemarin, sebut Jubir, posko-posko kabupaten/kota telah mendapat dukungan sarana telekomunikasi Starlink dari pemerintah pusat di bawah kendali distribusi TNI. Dengan ini, jaringan komunikasi di berbagai titik bencana mulai stabil dan terkendali.

Muhammad MTA lalu menyampaikan harapan Gubernur yang mengimbau semua pihak menjaga kekompakan dalam masa darurat ini. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi provokatif yang dapat menimbulkan resistensi di tengah bencana.

Walaupun status bencana Sumatera belum ditetapkan sebagai bencana nasional, ia menegaskan pemerintah pusat tetap memberikan perhatian besar.

“Koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan seluruh instansi berjalan baik dan terkendali. Mari kita dukung bersama upaya penanggulangan ini,” tuturnya.

Pemerintah Aceh memastikan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru terkait situasi banjir dan proses penanganannya.