SINJAI, INSERTRAKYAT.com Upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Manggottong, Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pejuang kemerdekaan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, SH., S.Ik., MH., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peserta dari unsur TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelaksanaan upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan dan peletakan karangan bunga di tugu makam. Prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pejuang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sinjai.

Kegiatan ziarah ke makam pahlawan merupakan simbol nilai nasionalisme. Tradisi ini tidak hanya memiliki dimensi penghormatan, tetapi juga fungsi edukatif dalam memperkuat kesadaran sejarah. Dalam konteks sosial, ziarah ke makam pahlawan berfungsi sebagai instrumen pembentukan karakter kolektif bangsa melalui refleksi terhadap pengorbanan para pendahulu.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Sinjai menyatakan bahwa kegiatan ziarah menjadi manifestasi penghormatan terhadap jasa pahlawan serta penguatan nilai patriotisme di tengah masyarakat. Ziarah juga merupakan instrumen reflektif bagi generasi muda untuk memahami bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan kolektif yang disertai pengorbanan besar.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan penguatan memori kolektif bangsa terhadap sejarah perjuangan. Ziarah dan tabur bunga menjadi simbol kontinuitas nilai-nilai perjuangan, yang dapat dimaknai sebagai reproduksi sosial terhadap nilai heroik bangsa.

Kegiatan tersebut berimplikasi pada pembentukan kesadaran historis masyarakat, bahwa kemerdekaan tidak bersifat given, melainkan hasil proses perjuangan panjang. Secara konseptual, praktik penghormatan terhadap pahlawan merupakan bagian dari konstruksi identitas nasional dan pemeliharaan moral publik yang berbasis pada nilai pengorbanan, solidaritas, dan cinta tanah air.

Kapolres Sinjai menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus diinternalisasi ke dalam perilaku sosial masyarakat modern. Dalam konteks institusional, nilai-nilai tersebut dapat dijadikan fondasi etika bagi pelaksanaan tugas negara dan pelayanan publik. Dengan demikian, upacara ziarah di TMP Manggottong tidak hanya mengandung makna simbolik, tetapi juga merupakan praktik konkret pendidikan kebangsaan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penghormatan terakhir kepada para pahlawan dan doa bersama. Semua prosesi berlangsung khidmat, mencerminkan bentuk penghargaan negara terhadap para pendahulu yang telah mewariskan kemerdekaan.

Kegiatan Polres Sinjai ini memperlihatkan citra institusi yang berorientasi pada nilai nasionalisme dan penghargaan terhadap sejarah bangsa. Secara strategis, kegiatan tersebut menjadi refleksi sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan serta memperkuat nilai-nilai persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian bunyi keterangan resmi Kasi Humas Polres Sinjai, IPDA Agus Santoso sambil menutup pernyataan tegasnya. (S/Red).