ERA reformasi, tajuk POLRI UNTUK MASYARAKAT terus memikat hati Masyarakat, Kamis. Kendati Duet publik Seksi Humas dan Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng juga sangat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas di sana.

Elog’nya, kiat itu dilesatkan melalui agenda Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) yang bertempat di Aula Serba Guna Desa Umpungeng, Jalan Masjid Raudhatul Jannah No. 1, Dusun Jolle, pada Rabu.

Namun, pada prinsipnya, giat tersebut  merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko sosial (social risk mitigation) untuk meningkatkan literasi informasi kritis (critical information literacy) dan kesadaran hukum masyarakat terhadap bahaya penyebaran hoaks dan penyalahgunaan narkotika.

Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai mitigasi disinformasi (disinformation mitigation). Ia berharap agar masyarakat melakukan verifikasi fakta (fact verification) sebelum membagikan informasi melalui media sosial.

“Masyarakat harus mampu memilah informasi secara kritis agar stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga,” harapnya.

Senada, Kasat Reserse Narkoba Polres Soppeng, AKP Hariyadi Nur, S.E., M.M., memberikan penyuluhan terkait dampak multidimensional narkoba, meliputi kesehatan (public health impact), sosial (sociological impact), dan hukum (legal consequences).

Menurutnya, distribusi narkoba kini telah merambah wilayah pedesaan, dengan generasi muda sebagai kelompok paling rentan, sesuai kajian kriminologi distribusi narkoba di daerah rural.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasi kegiatan ini sebagai bentuk pendekatan preventif berbasis komunitas (community-based preventive strategy).

AKBP Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks dan bersama-sama memerangi narkoba.

“Pencegahan ini membutuhkan partisipasi kolektif (collective participation) demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif,” tandasnya.

Binluh kemarin berlangsung aman, tertib, dan lancar, mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menegaskan efektivitas intervensi edukatif berbasis komunitas (community-based educational intervention) dalam mitigasi risiko sosial, hukum, dan kesehatan di tingkat desa.

Lengkapnya, dihadiri Kepala Desa Umpungeng, Salahuddin, S.Ag., Pendamping Desa A. Agus, Bhabinkamtibmas Bripka Edi Kurniawan, Ketua dan anggota BPD, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat setempat.

Penulis: Isma | Editor: Bahtiar