SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Pemerintah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai mengimbau seluruh nelayan dan pemilik kapal penumpang agar meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan keselamatan saat melaut, menyusul gelombang tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah perairan Kabupaten Sinjai maupun di luar daerah. Jum’at, (16/1/2026).

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Kabupaten Sinjai diperkirakan mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter dan berpotensi terjadi selama periode 14 hingga 17 Januari 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi arah angin dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 knot.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam, mengatakan fenomena cuaca ekstrem pada Januari merupakan kondisi yang sudah sering terjadi dan diketahui oleh nelayan. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan agar risiko tersebut tidak diabaikan.

“Cuaca ekstrem memang biasa terjadi di bulan Januari, nelayan dan pemilik kapal penumpang sudah memahami risikonya. Namun kami tetap mengimbau agar kewaspadaan ditingkatkan,” ujar Syamsul Alam.

Ia menjelaskan, imbauan kepada nelayan telah disampaikan melalui berbagai media di Kabupaten Sinjai dan dilakukan secara berulang. Hal itu menyusul adanya insiden kapal nelayan asal Kabupaten Jeneponto yang sempat dihantam ombak di perairan Sinjai dan nyaris tenggelam beberapa waktu lalu.

“Kami sudah lama mengimbau nelayan untuk waspada saat melaut, apalagi kemarin ada kejadian kapal nelayan Jeneponto dihantam ombak di perairan Sinjai dan hampir tenggelam,” katanya.

Syamsul Alam menambahkan, ketinggian gelombang saat ini dapat mencapai dua meter dan berpotensi lebih tinggi apabila disertai angin kencang. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko bagi nelayan, terutama kapal berukuran kecil.

Untuk itu, nelayan disarankan selalu memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat melaut melalui situs resmi BMKG atau saluran informasi cuaca lainnya yang dapat diakses secara cepat dan akurat.

“Pemantauan cuaca sangat penting karena dalam sepekan terakhir sudah terjadi insiden kapal tenggelam di perairan. Keselamatan nelayan harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai berharap nelayan dapat menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman, serta selalu melengkapi diri dengan peralatan keselamatan demi menghindari risiko kecelakaan di laut. (S).