SETELAH uji Trayek, Armada DAMRI resmi beroperasi di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dengan tarif terjangkau pada pertengahan Januari.
“DAMRI ini menyasar kebutuhan warga dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Wakatobi,” kata petugas DAMRI.
Menurut dia, Armada DAMRI melayani rute-rute strategis di Pulau Tomia hingga ke pelabuhan, sehingga mempermudah pergerakan warga dan distribusi barang antar wilayah.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Perhubungan melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bekerja sama dengan DAMRI Kendari Sultra.
DAMRI melayani sejumlah rute utama, seperti jalur ke Bandara Matahora dan menuju Tomia Timur dan Tomia Induk.
Sabtu siang, (17/1/2026), Kabiro Jakarta, Insertrakyat.com, Syamsul Bahri, yang merupakan putra daerah Tomia, mengaku gembira. “Gembira Brother,”ucapnya melalui sambungan telepon.
Dalam laporannya (email, syam-red). Camat Tomia, mengutarakan bahwa, pengoperasian armada DAMRI di pulau tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam mengakses transportasi yang aman, dan terjangkau.
Jamuddin, menilai keberadaan DAMRI membawa dampak langsung bagi masyarakat. Dengan tarif yang terjangkau, hanya enam ribu rupiah, warga dapat menjangkau berbagai wilayah di Pulau Tomia.
“Mobilitas warga jadi lebih lancar, biaya logistik berkurang,” kata Jamuddin.
“Ini juga mendorong promosi pariwisata Tomia yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya, termasuk spot diving unggulan seperti Mari Mabok,” tandasnya.
Masyarakat Tomia dapat memperoleh informasi terkait jadwal dan rute operasional bus DAMRI melalui operator setempat atau kanal resmi DAMRI.
Penulis: Agy/Syam
Editor : Zamroni





























