BANDA ACEH, INSERTRAKYAT.com  – Pemerintah Aceh mempercepat realisasi pelayaran internasional lintasan Krueng Geukueh–Penang, sebagai langkah strategis membuka konektivitas baru antara Aceh dan Malaysia. Sabtu, 15 November 2025.

Sebelumnya, Rapat pembahasan yang digelar Kamis, 13 November 2025, dipimpin Sekda Aceh M. Nasir bersama Kadishub Aceh T. Faisal, Kadisperindag Adi Darma, Kabiro Administrasi Pembangunan T. Robby, pimpinan PT PEMA, serta perwakilan PT ASDP Banda Aceh, Singkil, dan Calang.

Sekda menegaskan pembukaan rute laut internasional itu merupakan bagian dari visi Gubernur Aceh untuk memperkuat hubungan dagang kawasan. Ia menyebut jalur baru tersebut akan mendukung pergerakan barang dan penumpang secara lebih efisien.

BACA JUGA :  Polres Aceh Selatan Laksanakan Latihan Sispam Mako dan Asrama, Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

“Gubernur meminta agar pelayaran ini segera disiapkan. Kita ingin jalur ini bukan proyek simbolik, tapi benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar M. Nasir.

Pada tahap awal, Pemerintah Aceh akan memanfaatkan kapal Aceh Hebat 1 dengan menambah rute baru tanpa mengganggu trayek Calang–Sinabang. Sekda memastikan fokus utama tahun pertama adalah pelayanan publik.

“Trayeknya akan ditambah, bukan digeser. Masyarakat harus menyaksikan langsung bahwa pelayaran Krueng Geukueh–Penang benar-benar berjalan,” tegasnya.

BACA JUGA :  SMK Aceh Harus Mandiri dan Produktif: Kadisdik Dorong Sekolah Masuk Ekosistem Bisnis Modern

Nasir meminta proses perizinan trayek dipercepat agar pelayaran dapat diluncurkan pada Januari 2026. Pemerintah juga membuka peluang bagi PEMA maupun pihak swasta untuk beroperasi lebih cepat.

“Jika PEMA siap bergerak lebih dulu mengirim barang tahun ini, pemerintah akan memberi izin penuh. Ini bukan sekadar bisnis, tapi komitmen,” ujarnya.

Kadishub Aceh T. Faisal menjelaskan jarak lintasan Aceh–Penang mencapai 205 mil laut. Surat permohonan dukungan kepada Presiden sudah dikirim sejak Agustus, dan pembahasan rute ini kini masuk forum IMT-GT.

BACA JUGA :  Dandim Abdya Ajak SPPI Dukung Program Unggulan Presiden

Faisal juga menyampaikan bahwa Penang Port telah menyatakan dukungan penuh dan siap menyediakan ruang sandar untuk kapal dari Aceh. Namun kendaraan darat yang hendak masuk Malaysia masih membutuhkan kesepakatan antarnegara.

“Meski ada pembatasan kendaraan, pelayaran tetap bisa berjalan untuk penumpang dan barang,” ujarnya.

Ia memastikan fasilitas Pelabuhan Krueng Geukueh telah siap melayani pelayaran internasional. Gudang telah direhabilitasi sepenuhnya, terminal penumpang dalam tahap akhir, dan seluruh unsur imigrasi hingga karantina telah menyatakan dukungan penuh. (Adv).