BANDA ACEH, INSERTRAKYAT.com – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, menanggapi pernyataan Humam Hamid yang dinilai menyebarkan informasi keliru terkait Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan pengawasan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Polemik ini mencuat setelah video Humam beredar di media sosial dan memicu perdebatan publik.
Dalam video tersebut, Humam menyebut Gubernur Aceh tidak sepenuhnya mengendalikan dan tidak memantau langsung perkembangan JKA. Ia juga menyebut situasi tersebut dapat menjadi “bunuh diri politik” bagi gubernur maupun Partai Aceh. Pernyataan itu kemudian memicu respons dari Pemerintah Aceh.
Nurlis menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Ia menyebut narasi yang dibangun Humam justru berpotensi menyesatkan publik dan merusak reputasi kepala daerah. “Humam sedang memainkan politik Kuda Troya,” kata Nurlis di Banda Aceh dalam keterangannya kepada Insert Rakyat, Kamis (16/4).
Ia menjelaskan istilah Kuda Troya sebagai simbol strategi penyusupan dengan tujuan tersembunyi. Menurutnya, pola komunikasi Humam dalam video tersebut menunjukkan adanya upaya membangun narasi yang tidak utuh. Istilah itu merujuk pada cerita klasik Yunani tentang tipu daya dalam peperangan.
Nurlis juga menyoroti isi video yang menyebut adanya pertemuan di lokasi yang tidak dijelaskan secara rinci. Ia menilai ketidakjelasan tersebut menimbulkan tanda tanya di ruang publik. “Seharusnya disebutkan tempat dan siapa saja yang hadir agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujarnya.
Selain itu, Nurlis menegaskan bahwa tuduhan terkait lemahnya pengawasan JKA tidak berdasar. Ia menilai Humam telah membangun narasi imajiner yang dapat mengganggu stabilitas informasi publik. “Ia seolah membawa kebenaran, padahal justru menyerang karakter gubernur dan Partai Aceh,” katanya.
Pemerintah Aceh menyayangkan pernyataan tersebut dan mengimbau semua pihak menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Nurlis juga menilai Humam masih terbawa dinamika politik masa lalu dan perlu mengedepankan kepentingan daerah.
“Sudahlah, mari kita membangun Aceh bersama. Hentikan provokasi yang tidak produktif,” ujar Nurlis dalam penutup keterangannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Humam Hamid terkait pernyataan tersebut, sementara dinamika politik lokal masih terus berkembang di ruang publik.
Jurnalis : Rifqi
Follow berita Insert Rakyat di whatsapp channel





















