TEPAT sekali, wisata kuliner tidak hanya tentang menikmati cita rasa makanan, tetapi juga tentang merasakan suasana dan pengalaman yang menyertainya. Salah satu destinasi yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan kuliner tradisional adalah yang berada di Kabupaten Karanganyar.
Pada hari Sabtu, 30 Mei 2021, saya berkesempatan mengunjungi lokasi wisata kuliner ini bersama rombongan. Perjalanan dimulai dari Surakarta kota Solo menuju Kabupaten Karanganyar dengan waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam. Kebetulan dalam perjalanan tersebut saya turut didampingi oleh politikus hingga pegiat literasi yang berdomisili di Solo. Suasana perjalanan terasa menyenangkan karena sepanjang perjalanan tersaji pemandangan khas pedesaan yang masih asri.
Sesampainya di lokasi, kesan pertama yang muncul adalah suasana alam yang begitu menenangkan. Di area parkir terdapat kolam ikan atau danau buatan yang menambah keindahan kawasan wisata. Air yang tenang serta lingkungan yang hijau menciptakan kesan sejuk bagi para pengunjung yang baru tiba.
Daya tarik utama Lembah Pandan terletak pada aliran sungai yang membelah kawasan wisata menjadi dua sisi. Kedua area tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan yang memudahkan pengunjung berpindah tempat sekaligus menjadi spot yang menarik untuk menikmati pemandangan. Gemericik air sungai yang mengalir menambah suasana alami dan membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan alam.
Keunikan lainnya adalah bentuk aliran sungai yang menyerupai huruf U, seolah-olah mengelilingi sebagian kawasan wisata. Di bagian tengah area yang dikelilingi sungai tersebut terdapat beberapa bangunan dan lahan yang dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas kuliner. Tata ruang yang memadukan unsur alam dan fasilitas wisata menjadikan lokasi ini terasa nyaman untuk bersantai bersama keluarga.
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap. Terdapat mushola yang dapat digunakan pengunjung untuk beribadah dengan nyaman. Kehadiran fasilitas ini menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan yang datang dari luar daerah dan menghabiskan waktu cukup lama di lokasi.
Dari sisi kuliner, Lembah Pandan menawarkan konsep prasmanan yang memudahkan pengunjung memilih menu sesuai selera. Berbagai hidangan tradisional khas daerah tersedia, mulai dari aneka sayuran, lauk-pauk, hingga beragam masakan rumahan yang menggugah selera. Konsep ini memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk menikmati makanan sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Menu makanan yang tersedia di sana antara lain carabikan, pisang goreng, aneka sayur tempo dulu, serta hidangan khas yang menjadi favorit banyak pengunjung, yaitu ande-ande lumut. Makanan berbahan dasar singkong yang dimasak dengan santan ini memiliki cita rasa gurih dan khas, sehingga menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik untuk dicicipi.
Menariknya, kunjungan saya berlangsung pada masa libur pasca Iduladha sehingga kawasan wisata dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah. Tidak hanya wisatawan lokal dari sekitar Karanganyar dan Solo, tetapi juga terdapat pengunjung yang datang dari luar daerah, termasuk dari Jakarta dan Sumatera Utara. Ramainya pengunjung memuncak pada sore hari, menunjukkan bahwa Lembah Pandan telah menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang cukup diminati masyarakat luas.
Menurut saya, Lembah Pandan merupakan contoh destinasi wisata yang berhasil memadukan keindahan alam dengan kekayaan kuliner tradisional. Kehadiran sungai yang membelah kawasan, jembatan penghubung, danau buatan, area kuliner yang tertata, serta suasana pedesaan yang asri menjadikan tempat ini layak dikunjungi bersama keluarga maupun kerabat. Selain menikmati aneka makanan khas, pengunjung juga dapat merasakan ketenangan alam yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata ini.
Oleh Supriadi Buraerah, Sekolah Menulis Elipsis











