JAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerima kunjungan Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Rabu (22/10/2025), di Kantor Kemendagri. Pertemuan fokus pada penguatan sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga tingkat desa.

Mendagri menegaskan, penanggulangan narkoba harus sistematis, komprehensif, dan berkelanjutan. Strategi efektif, katanya, harus menggabungkan soft approach dan hard approach, mulai dari menghancurkan jaringan peredaran hingga membenahi akar sosial seperti kemiskinan.

BACA JUGA :  FRP Law Firm: Kriminalisasi Amsal Christy Sitepu Jadi Preseden Buruk bagi Industri Kreatif Indonesia

“Kualitas generasi muda menentukan suksesnya bonus demografi. Narkoba merusak mental, ketergantungan, dan produktivitas mereka,” tegas Mendagri. Kemendagri siap mendukung BNN melalui koordinasi, regulasi, dan pemanfaatan anggaran daerah agar program P4GN berjalan sampai desa.

Kepala BNN menyatakan, prevalensi penyalahgunaan narkoba masih tinggi. BNN kini mengusung program Desa Bersinar melalui gerakan Ananda (Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak), menekankan peran anak sebagai generasi bangsa.

BACA JUGA :  Negara Hadir Bersama Ulama, Pengukuhan MUI 2025–2030 Eratkan Persatuan dan Stabilitas Nasional - Halaman All

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah desa sangat penting,” ujar Suyudi. Dia menekankan, usia remaja yang penuh rasa ingin tahu kerap menjadi sasaran narkoba, terutama dari pengaruh lingkungan pergaulan.

BNN juga membentuk tim terpadu menangani pengguna dan pecandu dengan pendekatan sesuai tingkat ketergantungan. Tantangan tetap ada: keterbatasan anggaran, pendataan belum maksimal, dan stigma sosial terhadap mantan pecandu.

BACA JUGA :  Aceh Raih Penghargaan Wirasena 2025 atas Capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024

Penulis: Agy