JAKARTA, (INSERT RAKYAT) — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian percepat peningkatan layanan kesehatan melalui mobilisasi ribuan relawan tenaga kesehatan ke wilayah tiga provinsi terdampak bencana, dengan tujuan meningkatkan pelayanan dan hasilnya pun sangat signifikan.

Demikian diutarakan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima InsertRakyat.com, pada Sabtu (28/2).

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Kemenkes), Budi Gunadi Sadikin mencatat data relawan tenaga kesehatan pemulihan pascabencana Sumatera dengan total mencapai 6.525 orang.

Secara terinci relawan terdiri atas 5.734 relawan di Aceh, 286 relawan di Sumatera Utara (Sumut), dan 505 relawan di Sumatera Barat (Sumbar).

Khusus di Aceh, penguatan pelayanan dilakukan secara masif melalui skema Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK). Sebanyak 1.792 relawan telah tergabung dalam lima gelombang penugasan untuk memperkuat layanan di daerah yang sulit dijangkau, pos pengungsian yang masih tersisa, serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Penempatan relawan difokuskan di lima kabupaten terdampak yang memiliki keterbatasan akses, yakni Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Pidie Jaya.

Sebanyak 171 relawan TCK Batch ke-5 mulai bertugas sejak 15 Februari 2026 dan dijadwalkan hingga 28 Februari 2026, dengan fokus memperkuat pelayanan kesehatan primer serta mendukung operasional fasilitas kesehatan terdampak.

Selain penguatan tenaga kesehatan, Satgas PRR juga mencatat perkembangan fasilitas kesehatan (faskes) terdampak. Per 26 Februari 2026, total faskes terdampak di tiga provinsi tercatat sebanyak 414 unit, dengan rincian 146 unit di Aceh, 119 unit di Sumut, dan 149 unit di Sumbar yang telah berfungsi.

Sejauh ini perkembangannya, dua puskesmas yang sebelumnya melaksanakan pelayanan di luar gedung akibat kerusakan fasilitas kini telah menggunakan puskesmas modular yang selesai dibangun dan telah diresmikan pada 13 Februari 2026.

Kedua puskesmas tersebut masing-masing adalah Puskesmas Lokop di Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, dan  Puskesmas Jambur Lak Lak di Desa Jambur Lak Lak, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Alhasil beroperasinya puskesmas modular, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat kini dapat kembali dilakukan secara lebih optimal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana.

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” ujar Budi.
Dirinya juga berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun Puskesmas ini dengan sangat cepat.

Ikuti kanal resmi Insertrakyat.com untuk update berita cepat, akurat, dan terpercaya: