BULUKUMBA – Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) kembali mengukir kabar mengejutkan dan menarik perhatian publik dan masyarakat luas.

GISK dikabarkan lupa jadwal aksi demonstrasi terkait dengan satu kasus sengketa tanah yang berkaitan dengan lingkungan [peradilan] di Bulukumba.

“Ia, sempat lupa, kalau ada jadwal aksi demonstrasi yang sudah dipusatkan di gelar di Gedung Mahkamah Agung, tapi aksi demonstrasi itu bukan pekan ini, karena sementara menunggu respon dari sejumlah koalisi internal – Eksternal seperti AMI dan Jaringan Mahasiswa dari Jakarta, ini sementara kita tunggu,” kata Ketua Umum GISK, Andi Riyal saat dikonfirmasi, Jum’at sore.

BACA JUGA :  GISK Menakar Polemik Eksekusi Tanah di Bulukumba

“Pada giat kerja bakti, tadi kita juga larut dalam nilai tenggang rasa dan persatuan dalam merawat kearifan lokal,” kunci Riyal.

Sebelumnya, GISK telah melaksanakan kerja bakti atau Gotong Royong dan Tenggang Rasa bertajuk persatuan anak bangsa.

Kegiatan berlangsung di Dusun Senggaan, Kelurahan Borong Rappoa, Kindang.

Pelaksanaan dilaksanakan Jumat, siang, 31 Oktober 2025, bersama warga setempat.

BACA JUGA :  GISK Dukung Polri Perkuat Keamanan Bulukumba Selama Ramadhan

GISK dan masyarakat membersihkan area sepanjang jalan lingkungan desa.

Aksi gotong royong ini menegaskan kepedulian menjaga kebersihan lingkungan.

Pengurus DPN GISK, Ardi Nugroho hadir memimpin kegiatan lapangan.

Ia menegaskan kebersihan jalan umum merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, jalan umum harus terawat demi kenyamanan dan keselamatan warga.

“Menjaga kebersihan bagian dari kewajiban masyarakat,” ujar Ardi.

Ia menyebut lingkungan bersih mendorong kesehatan dan kenyamanan bersama.

Ardi menilai gotong royong memperkuat persatuan serta kepedulian sosial.

BACA JUGA :  PUTUSAN MA DIDUGA ERROR IN OBJECTO, GISK DESAK PN BULUKUMBA KONSTATERING

Sementara itu, Bahar, warga Na’na, menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial ini.

Ia menyebut kerja bakti wujud kebersamaan warga dan pengurus GISK.

Kegiatan bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.

Selain bersih-bersih, momen ini menumbuhkan solidaritas dan kepedulian.

Warga berharap budaya tidak membuang sampah sembarangan semakin tertanam.

Program Jumat Bersih direncanakan berjalan rutin setiap pekan, dan meliputi kawasan setempat.

Masyarakat menyambut baik inisiatif GISK menjaga lingkungan desa bersama. (Red).