JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Teuku Raja Fahsul Falah, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa TR, genap berusia 52 tahun pada 1 Januari 2026. Pertambahan usia tersebut menjadi penanda perjalanan panjang pengabdian seorang aparatur negara yang secara konsisten meniti karier birokrasi dengan integritas, ketekunan, dan dedikasi yang tak main – main.
Saat ini, TR Fahsul Falah mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik pada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Posisi tersebut menempatkan peran strategis dalam perumusan serta penguatan kebijakan publik berbasis kewilayahan, kependudukan, dan pelayanan masyarakat.
Momentum ulang tahun tersebut disambut dengan ucapan selamat dan doa dari berbagai kalangan, baik regional maupun nasional. Sejumlah pihak mendoakan kesehatan, kelancaran, serta keberhasilan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara. Salah satu ucapan datang dari Ketua Pengadilan Negeri Sinjai, Anthonie Spilkam Mona, S.H., M.H., yang turut menyampaikan selamat ulang tahun untuk TR.
Berdasarkan pantauan Insertrakyat.com terhadap berbagai unggahan media sosial pada 1 Januari 2026, TR Fahsul Falah menyampaikan ungkapan terima kasih atas perhatian, doa, dan ucapan yang diberikan. Sikap tersebut mencerminkan kerendahan hati serta penghargaan terhadap relasi sosial yang terbangun sepanjang perjalanan pengabdian birokrasi.
TR Fahsul Falah lahir di Aceh Timur dan memulai pengabdian dari daerah tersebut hingga kemudian dipercaya bertugas di lingkungan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam rekam jejak birokrasi, TR Fahsul Falah juga pernah mengemban amanah sebagai kepala daerah, yakni Penjabat Bupati Sinjai dan Penjabat Wali Kota Dumai pada periode 2023–2024.
Dalam sejumlah kesempatan, TR Fahsul Falah mengulas pandangan mengenai motivasi hidup, pentingnya pendidikan, nilai-nilai sosial dan keagamaan, serta pengalaman kepemimpinan saat menjalankan tugas di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kota Dumai, Provinsi Riau. Pandangan tersebut menempatkan pengabdian sebagai proses pembelajaran yang terus berkembang.
Suami Cut Resmiati, atau TR Fahsul Falah meyakini bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menggapai cita-cita sesuai dengan bakat dan bidang yang ditekuni. Keyakinan tersebut diwujudkan melalui kesungguhan belajar sejak pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, dengan menempatkan kemandirian dan disiplin sebagai fondasi utama.
Campur tangan tuhan’ dukungan keluarga dan kerabat juga diakui TR, memberikan kontribusi signifikan dalam membangun dukungan moral dan sosial, terutama pada fase awal perjuangan. Dari lingkungan keluarga inilah nilai ketekunan dan kesederhanaan tumbuh dan terpelihara.
TR Fahsul Falah merupakan putra dari H. T. Syahruman TB, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Hj. Nuraini, yang berlatar belakang pendidik. Nilai tanggung jawab, perjuangan hidup, dan pengorbanan tercermin kuat dalam perjalanan keluarga tersebut.
Dibesarkan dalam keluarga sederhana, kedua orang tua TR Fahsul Falah pada awalnya berprofesi sebagai guru. Sang ayah kemudian mengabdikan diri sebagai prajurit TNI, meniti karier dari pangkat Bintara hingga mencapai Kolonel Infanteri (purnawirawan). Sang ibu memilih mengakhiri profesi keguruan setelah menikah dan sepenuhnya mengabdikan diri sebagai ibu rumah tangga. “Guru yang hebat adalah Ibu,” ungkap TR Fahsul Falah, yang juga dikenal gemar berolahraga menembak dan rutin berjalan santai sejauh 4,5 kilometer setiap pagi.
Dulunya Aceh Tamiang, yang masih menjadi bagian dari Kabupaten Aceh Timur. Di wilayah tersebut, TR Fahsul Falah lahir dan dibesarkan dalam suasana penuh perjuangan serta kasih sayang keluarga. Pada masa pengabdian, ayahnya yang bertugas sebagai Komandan Kompi di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, TR juga banyak didik tentang disiplin pada masa itu.
Lahir pada 1974, pendidikan dasar TR Fahsul Falah ditempuh di SDN 1 Kutacane Aceh Tenggara pada 1986, dilanjutkan ke SMPN 1 Aceh Selatan pada 1989. Pendidikan menengah diselesaikan di SMAN 1 Tapaktuan Aceh Selatan, jurusan A1 Fisika, lulus pada 1992.
Pendidikan tinggi ditempuh melalui D3 Ilmu Pemerintahan STPDN (1995), S1 Manajemen Perencanaan Pembangunan Daerah STIA-LAN RI (1999), serta S2 Keuangan Daerah MEP Universitas Gadjah Mada (2021).
Sebagai birokrat senior putra Aceh Timur, TR Fahsul Falah memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan daerah hingga kementerian. Karier birokrasi diawali sebagai Kasubbid Formasi BKD Aceh Selatan (2001–2003), kemudian Camat Labuhanhaji Timur (2003–2005), Kepala Bidang Informasi Data BKD Aceh Selatan (2005–2008), dan Kabid Evaluasi serta Litbang Bappeda Aceh Selatan (2008–2009).
Selanjutnya, TR Fahsul Falah menjabat Kabag Pengolahan Data Elektronik Setdakab Aceh Selatan (2009–2010) dan Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Kekayaan Daerah Aceh Selatan (2010–2012), serta memimpin Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Aceh Selatan (2012–2013).
Di bidang pengembangan aparatur, pengabdian dilanjutkan sebagai Widyaiswara (2015–2016), Kepala Bidang Diklat Teknis Fungsional (2016–2018), serta Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional, Pelaksana, Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah, DPRD, dan Lurah di Kemendagri (2018–2020).
Karier nasional semakin menguat melalui penugasan sebagai Kepala PPSDM Kemendagri Regional Makassar (2020–2022) dan Sekretaris BPSDM Kemendagri (2022–2023). Saat ini, amanah dijalankan sebagai Kepala Pusat Strategi Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik BSKDN Kemendagri.
Selain jabatan struktural, TR Fahsul Falah juga pernah menjalankan amanah sebagai Penjabat Bupati Sinjai sebelum dipercaya memimpin Kota Dumai.
Sepanjang pengabdian, berbagai penghargaan turut diraih, antara lain Satya Lencana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun dari Presiden Republik Indonesia, serta sejumlah apresiasi institusional lainnya.
Rekam jejak tersebut menempatkan TR Fahsul Falah sebagai figur birokrat berpengalaman dengan spesialisasi pada pengelolaan pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia aparatur, dan strategi kewilayahan, ialah sebuah perjalanan pengabdian dan ketekunan, konsistensi, dan dedikasi bagi kepentingan publik.





































